Beranda Kelas 1 Kelas 2 Kelas 3 Kelas 4 Kelas 5 Kelas 6 Kelas 7 Kelas 8 Kelas 9 Kelas 10 Kelas 11 Kelas 12 Materi Soal-soal
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Bab 9 Halaman 156

Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Bab 9 Halaman 156 adalah kunci jawaban evaluasi Bab 9 Meneladani Perjuangan Dakwah Rasulullah saw. di Madinah. Rangkuman Materi Agama Islam kelas 10 Bab 9 Meneladani Perjuangan Dakwah Rasulullah saw. di Madinah terdapat pada buku siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 10 tingkat SMA/MA/SMK Halaman 156 Kurikulum 2013 revisi 2017 

Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Bab 9 Halaman 156
TKunci Jawaban PAI Kelas 10 Bab 9 Halaman 156


Rangkuman materi, soal, dan Kunci Jawaban Evaluasi Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 10 Halaman 156 adalah isi artikel ini. Isi artikel ini dikutip dari Buku siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI) Kelas 10 SMA/MA/SMK

Pembahasan Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Bab 9 Halaman 156 Evaluasi dapat di baca dan di salin di bawah ini.

Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Bab 9 Halaman 156 Evaluasi

Pembahasan Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Bab 9 Evaluasi

Evaluasi
A. Uji Pemahaman

1. Sebutkan isi Perjanjian Hudaibiyah.

Kunci Jawaban:
Berikut isi perjanjian Hudaibiyyah :
  1. Pada kedua belah pihak, yaitu dari kaum kafir Quraisy dan kaum dari Nabi Muhammad SAW, sepakat dan setuju atas diadakannya sebuah gencatan senjata yang kemudian akan dilaksanakan selama kurang lebih 10 tahun lamanya.
  2. Kemudian, untuk setiap orang yang berada di Mekkah kemudian akan diberikan sebuah kebebasan yang di mana kebebasan tersebut digunakan untuk bergabung dan juga kemudian untuk mengadakan sebuah perjanjian baik itu dengan Nabi Muhammad SAW dan/atau kepada dengan kaum Kafir Quraisy.
  3. Selanjutnya, untuk setiap orang yang berasal dari pengikut dari kaum kafir Quraisy yang di mana menyeberang dan pindah ke kaum Nabi Muhammad SAW yang di mana berpindah tanpa ada izin yang berasal dari wali dari kaum kafir Quraisy, maka orang tersebut akan dilakukan pengembalian kepada kaum kafir Quraisy. Tetapi, apabila terdapat seorang yang berasal dari kaum Nabi Muhammad SAW yang di mana bergabung dengan kaum kafir Quraisy tanpa seizin dari walinya, maka tidak akan dikembalikan.
  4. Terakhir, pada tahun pelaksanaan dilaksanakannya perjanjian hudaibiyah ini, Nabi Muhammad SAW dan kaumnya diharuskan untuk segera kembali ke daerah Madinah. Kemudian, untuk ditahun selanjutnya, Nabi Muhammad SAW dan kaumnya dapat diizinkan untuk melakukan ibadah haji yang kemudian diberikan syarat untuk bertempat tinggal didaerah Mekkah dalam kurun waktu tiga hari lamanya dan juga tidak diizinkan untuk membawa persenjataan.


2. Tuliskan lafaż ażan.

Kunci Jawaban:
 
اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ، حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ

حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ، حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ


3. Jelaskan isi khutbah wada’.

Kunci Jawaban: 
Pada tanggal 9 Zulhijjah, di lembah sebuah wadi di bilangan Urana dan Rasulullah SAW masih di atas unta, berhenti dan kemudian berkhutbah di depan lebih seratus ribu orang yang hadir saat itu. Khutbah berlangsung di bawah panas matahari menuju tengah hari. Umayyah bin Rabi’ah bin Khalaf, diminta mengulang keras setiap kalimat yang beliau sampaikan, agar dapat didengar di tempat yang jauh dari tempat Rasulullah berada.

Khutbah wada yang disampaikan Rasulullah SAW antara lain
  1. Larangan membunuh jiwa dan mengambil harta orang lain
  2. Kewajiban meninggalkan tradisi jahiliyah seperti pembunuhan balasan dan riba 
  3. Mewaspadai gangguan setan dan kewajiban menjaga agama 
  4. Larangan mengharamkan yang dihalalkan dan sebaliknya maknanya 
  5. Kewajiban memuliakan wanita (Istri) 
  6. Kewajiban berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah 
  7. Kewajiban taat kepada pemimpin siapa pun Dia Selama Masih Berpegang Teguh pada Al Qur’an.
  8. Kewajiban Berbuat Baik kepada Hamba Sahaya. 
  9. Umat Islam adalah Bersaudara antara Satu dengan Lainnya. 
  10. Kewajiban Menyampaikan Khutbah Rasulullah SAW kepada Orang Lain

4. Jelaskan dasar-dasar kehidupan bermasyarakat yang dibangun Nabi Muhammad saw. di Madinah.

Kunci Jawaban:  
Dasar-dasar kehidupan bermasyarakat yang dibangun Nabi Muhammad saw
  1. beramah-tamah dengan semua umat
  2. tidak kikir sombng dan angkuh dll
  3. tidak menyiksa anak yatim
  4. bermorol tinggi
  5. menghormati lebih tua
  6. serta taat pada allah dan segala erintahnya

5. Jelaskan latar belakang terjadinya Perang Tabuk.

Kunci Jawaban:  
Latar belakang terjadinya Perang Tabuk adalah para pedagang yang kembali dari Negeri Syam memberi kabar kepada Rasulullah saw bahwa Raja Romawi  ingin menyerang wilayah-wilayah yang dikuasai oleh Rasulullah saw dan mempersiapkan penyerangan di perbatasan wilayah arab sebelah utara. 

Mendengar kabar ini dan karena dampak dari Perang Mut'ah di mana Rasulullah berhasil memperluas pengaruhnya hingga ke Semenanjung Arab, Rasulullah saw mengadakan persiapan-persiapan untuk menyerang Romawi dan meminta seluruh umat Islam di Madinah untuk turut dalam perang. Tetapi sekelompok kaum munafik mengundurkan diri dari peperangan. Akhirnya pasukan Rasulullah saw yang berjumlah 30 ribu pada bulan Rajab Tahun ke-9 Hijriah (Oktober 631 M) tiba di medan perang, tapi mereka tidak menemukan tanda-tanda keberadaan pasukan Romawi. 

Rangkuman Materi PAI Kelas 10 Bab 9 Meneladani Perjuangan Dakwah Rasulullah saw. di Madinah

Rangkuman
  1. Sesampainya di Madinah, Nabi Muhammad saw. langsung membangun masjid. Masjid ini berfungsi sebagai pusat peribadatan dan pemerintahan.
  2. Langkah pertama yang dilakukan Nabi Muhammad saw. di Madinah adalah mempersatukan suku Aus dan Khazraj serta mempersaudarakan orang Anśar (Madinah) dan Muhajirin (Mekah). Setelah itu, Nabi Muhammad saw. pun membuat perjanjian damai dengan orang-orang Yahudi dan suku-suku yang berada di sekitar Madinah. 
  3. Berkembangnya dakwah Nabi Muhammad saw. di Madinah menimbulkan kekhawatiran orang-orang Quraisy. Karena itu, terjadilah Perang Badar. Peperangan ini terjadi pada 8 Rama«an tahun ke-2 Hijrah. Dengan perlengkapan yang sederhana Nabi Muhammad saw. dengan 305 orang pasukannya berangkat ke luar Madinah. Kira-kira 120 km dari Madinah, tepatnya di Badar pasukan Nabi Muhammad saw. bertemu dengan pasukan Quraisy berjumlah antara 900 – 1.000 orang. Dalam peperangan ini, Nabi dan kaum muslimin berhasil memperoleh kemenangan. 
  4. Kekalahan dalam perang Badar semakin menimbulkan kebencian Quraisy kepada kaum Muslimin. Karena itu, mereka bersumpah akan menuntut balas kekalahan tersebut. Pada tahun ke-3 Hijrah mereka berangkat ke Madinah dengan membawa 3.000 pasukan berunta, 200 pasukan berkuda, dan 700 orang di antara mereka memakai baju besi. Pasukan ini dipimpin oleh Khalid bin Walid. Kedatangan pasukan Quraisy ini disambut Nabi Muhammad saw. dengan sekitar 1.000 pasukan.
  5. Pada tahun ke-5 Hijrah, terjadilah Perang Ahzab/Khandaq. Bani Nadir yang menetap di Khaibar berkomplot dengan musyrikin Quraisy untuk menyerang Madinah. Pasukan gabungan mereka berkekuatan 24.000 pasukan.
  6. Meskipun Mekah telah ditaklukkan, tetapi Bani Ţaqif di Ţaif dan Bani Hawazin di antara Mekah dan Ţaif tidak mau tunduk. Bahkan, mereka menyerang Mekah dan menuntut bela atas perusakan berhala-berhala. Dengan kekuatan 12.000 pasukan, Nabi Muhammad saw. menyambut kedatangan pasukan Bani Ţaqif dan Bani Hawazin. Perang ini dikenal dengan Perang Hunain.
  7. Perang Tabuk merupakan perang terakhir yang diikuti Nabi Muhammad saw.. Perang ini melawan Raja Gasan yang telah membunuh secara sadis utusan yang membawa surat Nabi Muhammad saw. Peperangan ini terjadi di Mu’tah dan Nabi Muhammad saw. datang dengan membawa 3.000 pasukan. Orang-orang Mekah telah membatalkan secara sepihak Perjanjian Hudaibiyah. Oleh karena itu, Nabi Muhammad saw. segera berangkat ke Mekah dengan 10.000 orang tentara. 
  8. Tanpa kesulitan, Nabi Muhammad saw. dan pasukannya memasuki Mekah dan berhala-berhala di seluruh sudut negeri dihancurkan. Setelah itu Nabi berkhutbah memberikan pengampunan bagi orang-orang Quraisy. Peristiwa ini dikenal dengan Fatdu Makkah (penaklukan Mekah).

Demikianlah Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Bab 9 Halaman 156 Evaluasi. Semoga kunci jawaban PAI Bab 9 kelas 10 ini memberikan jawaban yang dibutuhkan. Selain itu dengan memahami materi Bab 9 Halaman 156 tentang Meneladani Perjuangan Dakwah Rasulullah saw. di Madinah akan membuat kita lebih tauh lagi tentang perjuangan-perjuangan dakwah yang dilakukan Rasulullah saw.

Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Post a Comment for "Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Bab 9 Halaman 156"