Beranda Kelas 1 Kelas 2 Kelas 3 Kelas 4 Kelas 5 Kelas 6 Kelas 7 Kelas 8 Kelas 9 Kelas 10 Kelas 11 Kelas 12 Materi Soal-soal
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Bab 5 Halaman 86 Evaluasi

Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Bab 5 Halaman 86 adalah kunci jawaban evaluasi Bab 5 Meneladani Perjuangan Rasulullah saw di Mekah. Rangkuman Materi Agama Islam kelas 10 Bab  5 Meneladani Perjuangan Rasulullah saw di Mekah terdapat pada buku siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 10 tingkat SMA/MA/SMK Halaman 86 Kurikulum 2013 revisi 2017 

Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Bab 5 Halaman 86 Evaluasi
Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Bab 5 Halaman 86 Evaluasi


Rangkuman materi, soal, dan Kunci Jawaban Evaluasi Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 10 Halaman 86 adalah isi artikel ini. Isi artikel ini dikutip dari Buku siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI) Kelas 10 SMA/MA/SMK

Pembahasan Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Bab 5 Halaman 86 Evaluasi dapat di baca dan di salin di bawah ini.

Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Bab 5 Halaman 86 Evaluasi

Pembahasan Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Bab 5 Evaluasi

Evaluasi
A. Uji Pemahaman
1. Apakah yang dimaksud dengan sikap tangguh?

Kunci Jawabannya :
Sikap tangguh adalah kemampuan sifat seseorang untuk berbuat yang terbaik, sikap orang yang berjiwa besar.


2. Jelaskan manfaat bertawakal.

Kunci Jawabannya :
Akan mendekatkan diri kepada Allah SWT, selalu berpikir positif, dicukupkan rezekinya dan merasakan ketenangan, dikuatkan dan dijauhkan dari syetan.


3. Apakah kebenaran itu dan mengapa harus ditegakkan?

Kunci Jawabannya : 
Kebenaran adalah sesuatu yang bersumber pada al-qur'an dan al-hadits, tentunya hadits yang shohih, atau dengan kata lain kebenaran adalah sesuatu yang telah ditetapkan Allah dan dicontohkan rosulullah Saw 

Sebagaimana firman Allah dalam Surat al-baqoroh Ayat 147

الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ ۖ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ

Artinya : Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.

Surat al-israa ayat 81, 

وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۚ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

Artinya : Dan katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.

Kebenaran juga dapat dikatakan sebagai sesuatu yang tidak menyalahi aturan, sesuatu yang sesuai antara seseorang dengan yang lainnya, dan tidak ada yang dirugikan.

Mengapa kebenaran harus ditegakkan? karena kebenaran menghantarkan kita ke surganya Allah


4. Tuliskan ayat 1 – 5 Surah al-‘Alaq.

Kunci Jawabannya : 
Surah al-‘Alaq ayat 1 – 5

Ayat 1 : اِقْرَأ بِا سْمِ رَبِّكَ الَّذيْ خَلَقَ

Ayat 2 :  خَلَقَ الأِ نْسَا نَ مِنْ عَلَقْ

Ayat 3 :  إِقْرَأْ وَ رُبُّكَ الأَكْرَامُ

Ayat 4 :  ا لّذْ ي عَلَّم بِا لْقَلَمْ

Ayat 5 : عَلَمَ الاِ نْسَا نَ مَا لَمْ يَعْلَمْ


5. Terjemahkan ayat 1 – 7 Surah al-Muddașșir.

Kunci Jawabannya : 
Ayat 1 : "Hai orang yang berkemul (berselimut)
Ayat 2 :"Bangunlah dan berilah peringatan"
Ayat 3 : "Dan tuhanmu agungkanlah
Ayat 4 : "Dan pakaianmu bersihkanlah"
Ayat 5 : "Dan perbuatan dosa tinggalkanlah"
Ayat 6 : "Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.
Ayat 7 : "Dan untuk memenuhi (perintah tuhanmu) bersabarlah 

Rangkuman Materi PAI Kelas 10 Bab 5 Meneladani Perjuangan Rasulullah saw di Mekah

Rangkuman
  1. Ketika Nabi Muhammad saw. menerima wahyu pertama, yaitu ayat 1-5 surah al-‘Alaq pada tanggal 17 Ramadan, sejak itu ia diangkat menjadi nabi. Ketika ia menerima ayat 1-7 surah al-Muddașșir, ia pun diangkat menjadi rasul. Setelah itu, wahyu terputus. Nabi Muhammad saw. merasa gelisah dan bertanya-tanya, apa yang harus disampaikan, bagaimana menyampaikannya, dan kepada siapa disampaikan? Dalam kegelisahannya, turunlah surah ad-Duha.
  2. Pada awalnya Nabi saw. berdakwah secara rahasia dan hanya mengajak orang-orang terdekat saja. Orang pertama yang menerima dakwah Nabi adalah Khadijah, istrinya, kemudian Ali bin Abi Ţalib, sepupunya, dan Zaid bin Harijah, bekas budaknya. Sementara itu, laki-laki dewasa yang pertama memeluk Islam adalah Abu Bakar bin Quhafah. Melalui ajakan Abu Bakar, beberapa orang menerima ajakannya, yaitu Usman bin ‘Affan, Abdur Rahman bin ‘Auf, Ţalhah bin ‘Ubaidillah, Sa’ad bin Abi Waqqas, Zubair bin ‘Awwam. Setelah itu, Abu ‘Ubaidah bin Jarrah dan beberapa penduduk Mekah turut pula menyatakan keislamannya dan menerima ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Kegiatan dakwah secara rahasia ini berlangsung selama tiga tahun.
  3. Setelah perintah Allah Swt. turun melalui Surah asy-Syu’ara/26:214-216 dan Surah al-Hijr/15:94, Nabi Muhammad saw. pun melakukan dakwah secara terang-terangan (terbuka). Nabi Muhammad saw. mengumpulkan keluarganya di rumahnya. Setelah selesai makan, ia pun menyampaikan maksudnya. Tiba-tiba Abu Jahal menghentikan pembicaraan Nabi dan mengajak orang-orang untuk meninggalkan tempat. Keesokan harinya, Nabi kembali mengundang keluarganya. Setelah makan, Nabi pun menyampaikan maksudnya dan kembali Abu Jahal mengacaukan suasana dan mereka yang hadir pun tertawa. Dalam keadaan riuh itu, Ali bin Abi Ţalib bangkit dan berkata, “Wahai Rasulullah! Saya akan membantu Anda, saya adalah lawan bagi siapa saja yang menentangmu.”
  4. Gagal mengajak kerabatnya, Nabi pun mengalihkan dakwahnya kepada masyarakat Quraisy. Ia naik ke bukit Safa dan menyeru manusia. Orang-orang pun berkumpul dan Nabi Muhammad saw. pun menyampaikan dakwahnya. Tiba-tiba Abu Jahal berteriak, “Celakalah engkau, hai Muhammad! Apakah karena ini engkau mengumpulkan kami?” Nabi Muhammad saw. hanya terdiam sambil memandangi pamannya. Sesaat kemudian turunlah surah al-Lahab.
  5. Dakwah Nabi mendapatkan tantangan dan perlawanan dari Quraisy. Nabi dan sahabat-sahabatnya diejek, dicaci, dan disiksa. Tidak cukup sampai di situ, mereka juga membujuk Nabi dan menawarkan kekayaan, kehormatan, dan jabatan. Setelah ejekan, siksaan, dan ancaman tidak dapat mencegah dakwah Nabi, orang-orang Quraisy memboikot Nabi dan sahabat-sahabatnya. Untuk menghindari siksaan, Nabi memerintahkan sahabatnya hijrah ke Abisinia.
  6. Setelah orang-orang Quraisy tidak mau menerima dakwah Nabi, ia pun mengalihkan dakwahnya kepada kabilah-kabilah Arab di luar Quraisy. Nabi mencoba mengajak orang-orang Țaif, namun ia ditolak, bahkan diejek, diusir, dan dilempari. Nabi tidak berputus asa. Ia terus menyampaikan dakwahnya kepada kabilah-kabilah Arab yang datang berziarah ke Mekah setiap tahunnya. Dakwah Nabi mendapat sambutan dari orang-orang Madinah dan Nabi pun mengadakan Perjanjian Aqabah (pertama dan kedua). Setelah Perjanjian Aqabah kedua, Nabi pun berhijrah ke Madinah.
  7. Dakwah Nabi di Mekah berlangsung selama 13 tahun. Selama itu Nabi menanamkan nilai-nilai tauhid dan mengajarkan akhlak mulia. Nilai-nilai ketauhidan ini membuat Nabi dan sahabat-sahabatnya tangguh menghadapi berbagai kesulitan dan rintangan serta tetap bersemangat menyampaikan kebenaran.

Demikianlah Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Bab 5 Halaman 86 Evaluasi. Semoga kunci jawaban ini memberikan jawaban yang dibutuhkan. Selain itu dengan memahami materi Bab 5 Halaman 86 tentang Meneladani Perjuangan Rasulullah saw di Mekah akan membuat kita menjadi pribadi yang meneladani  Perjuangan Rasulullah dalam menjalani kehidupan jika kita mengamalkannya

Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Post a Comment for "Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Bab 5 Halaman 86 Evaluasi"