Beranda Kelas 1 Kelas 2 Kelas 3 Kelas 4 Kelas 5 Kelas 6 Kelas 7 Kelas 8 Kelas 9 Kelas 10 Kelas 11 Kelas 12 Materi Soal-soal
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Bab 4 Halaman 62 Evaluasi

Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Bab 4 Halaman 62 adalah kunci jawaban evaluasi Bab 4 Al-Qur’an dan Hadis adalah Pedoman Hidupku. Rangkuman Materi Agama Islam kelas 10 Bab 4 Al-Qur’an dan Hadis adalah Pedoman Hidupku terdapat pada buku siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 10 tingkat SMA/MA/SMK Halaman 62 Kurikulum 2013 revisi 2017 

Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Bab 4 Halaman 62 Evaluasi
Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Bab 4 Halaman 62 Evaluasi


Rangkuman materi, soal, dan Kunci Jawaban Evaluasi Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 10 Halaman 62 adalah isi artikel ini. Isi artikel ini dikutip dari Buku siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI) Kelas 10 SMA/MA/SMK

Pembahasan Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Bab 4 Halaman 62 Evaluasi dapat di baca dan di salin di bawah ini.

Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Bab 4 Halaman 62 Evaluasi

Pembahasan Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Bab 4 Evaluasi

Evaluasi
A. Uji Pemahaman
Jelaskan pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas.

1. Jelaskan istilah tentang pengertian al-Qur’ān dan hadis.

Kunci Jawabannya:
Pengertian al-Quran secara istilah atau terminologi adalah firman Allah Swt. yang berbentuk mukjizat dan diturunkan kepada nabi terakhir, Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril yang tertulis dalam di dalam mushahif serta diriwayatkan kepada kita dengan mutawatir di mana berupa ibadah bila membacanya dan dimulai dengan surat Al-Fatihah dan diakhiri dengan surat An-Naas.

Adapun Hadits secara istilah adalah segala sesuatu yang bersumber dari Nabi Muhammad SAW baik ucapan, perbuatan maupun ketetapan yang berhubungan dengan hukum atau ketentuan-ketentuan Allah yang disyariatkan kepada manusia.


2. Apakah yang dimaksud dengan hadis mutawatir, hadis masyhur, dan hadis aḥad?

Kunci Jawabannya:
Berikut yang dimaksud dengan hadis mutawatir, hadis masyhur, dan hadis aḥad:
  1. Hadist mutawir adalah nadist yang diriwayatkan oleh sejumlah perawi yang adat, mustahil mereka sepakat untuk berdusta , mulai awal sampai akhir mata rantai sanad , pada setiap tabaqat atau generasi.
  2. Hadist masyhur adalah jumlah perawi dalam tiap-tiap genarasi tidak harus sama atau seimbang.
  3. Hadist ahad adalah hadist yang di riwayat kan oleh seorang atau dua orang perawi sahaja , dan termasuk tingkat para sahabat.

3. Jelaskan syarat-syarat berijtihad menurut Yusuf al-Qaradawi.

Kunci Jawabannya: 
Menurut Syeikh Yusuf Qardhawi yang saya baca di dalam buku fiqh soaial ada beberapa syarat untuk berijtihad. di antaranya:
  1. Menguasai bahasa arab.
  2. Menguasai kitabulloh dan hadis.
  3. Mengetahui macam-macam ijma' yang diyakini.
  4. Menguasai usul fiqh.
  5. Menguasai metode qiyas.
  6. Paham dalam mengistimbath hukum.
  7. Menguasai maksud-maksud syariat dan menguasai kaedah-kaedahnya yang menyeluruh.
  8. Mempunyai kapasitas mengistimbathkan hukum.
  9. Adil dan tsiqoh.
  10. Hanya mencari kebenaran yang hakiki.

4. Sebutkan dan jelaskan macam-macam hukum taklifi.

Kunci Jawabannya: 
Hukum Taklifi adalah suatu tuntutan dari Allah SWT yang yang di dalamnya berisi perintah dari ALLAH SWT agar kita menaati perintah nya dan menjauhi larangannya. Hukum taklifi terbagi atas lima macam, yaitu:

  1. Al-Ijab merupakan suatu tuntutan secara pasti dari syariat untuk dapat dilaksananakan dan dilarang untuk ditinggalkan, karena orang yang meninggalkannya akan dikenai hukuman.
  2. An-Nadb Merupakan tuntutan dari syariat untuk melaksanakan suatu perbuatan Jika tuntutan itu di kerjakan maka pelakunya akan mendapat pahala akan Tetapi jika tidak di kerjakan juga pelakunya tidak akan mendapat dosa
  3. Al-Ibahah Yaitu firman Allah yang isi nya mengandung suatu pilihan untuk dapat melakukan suatu perbuatan atau meninggalkannya.
  4. Al-Karahah Yaitu merupakam suatu tuntutan untuk yang menyarankan kita untuk meninggalkan suatu perbuatan, tetapi tuntutan itu di ungkapkan melalui untaian kata yang tidak pasti. Hal tersebut menjadikan tuntutan itu sebagai Al-Karahah, yakni sebuah anjuran untuk dapat meninggalkan suatu perbuatan, tetapi kalau perbuatan itu di lakukan juga, orang tersebut tidak dikenai hukuman.
  5. Al-Tahrim Yaitu tuntutan untuk tidak mengerjakan suatu perbuatan dengan tuntutan yang pasti sehingga tuntutan untuk meninggalkannya suatu perbuatan itu wajib untuk dipenuhi. Jika perbuatan itu di kerjakan maka pelakunya akan mendapat hukuman atau di anggap berdosa.


5. Perlukah ijtihad dilakukan saat ini? Jelaskan dengan alasan yang tepat

Kunci Jawabannya: 
Sangat perlu, ijtihad sampai saat ini masih perlu dilakukan. 

Alasannya:
Al-Quran dan Sunnah merupakan dua sumber utama dalam penggalian hukum Islam. Apabila di dalam Al-Quran ditemukan ketentuan hukum yang jelas maka hukum itulah yang harus diambil. Namun bila tidak ditemukan di dalamnya, maka dicari dalam Sunnah. Dan Jika di dalam keduanya tidak terdapat ketentuan hukum atau hanya tersinggung secara samar, maka  pencarian hukumnya melalui ijtihad atau ra'yi.

Contohnya, peringatan maulud nabi.
Peringatan maulud nabi dalam al-qur'an tidak disinggung, begitu juga dalam al-hadits, maka senagian ulama' berijtihad, apakah boleh kita memperingati maulud nabi?

Rangkuman Materi PAI Kelas 10 Bab 4 Al-Qur’an dan Hadis adalah Pedoman Hidupku 

Rangkuman
  1. Al-Qur’an adalah kalam Allah Swt. (wahyu) yang disampaikan kepada Nabi Muhammad saw. melalui Malaikat Jibril dan diajarkan kepada umatnya, dan membacanya merupakan ibadah.
  2. Hadis atau sunnah adalah segala ucapan atau perkataan, perbuatan, serta ketetapan (taqrir) Nabi Muhammad saw. yang terlepas dari hawa nafsu dan perkara-perkara tercela.
  3. Al-Qur’an adalah sumber hukum utama selain sebagai kitab suci. Oleh karena itu, semua ketentuan hukum yang berlaku tidak boleh bertentangan dengan hukum-hukum yang terdapat dalam al-Qur’an.
  4. Hadis merupakan sumber hukum kedua setelah al-Qur’an. Dengan demikian, hadis memiliki fungsi yang sangat penting dalam hukum Islam. Di antara fungsi hadis, yaitu untuk menegaskan ketentuan yang telah ada dalam alQur’ān, menjelaskan ayat al-Qur’an (bayan tafsir), dan menjelaskan ayatayat al-Qur’an yang bersifat umum (bayan takhśiś).
  5. Ijtihād artinya bersungguh-sungguh atau mencurahkan segala kemampuan. Ijtihad, yaitu upaya sungguh-sungguh mengerahkan segenap kemampuan akal untuk mendapatkan hukum-hukum syari’at pada masalah-masalah yang tidak ada nashnya. Ijtihad dilakukan dengan mencurahkan kemampuan
  6. untuk mendapatkan hukum syara’ atau ketentuan hukum yang bersifat operasional dengan mengambil kesimpulan dari prinsip dan aturan yang
  7. telah ada dalam al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad saw.
  8. Bersikap rasional, kritis, dan logis dalam beragama berarti selalu menanyakan landasan dan dasar (dalil) atas setiap amalan keagamaan yang dilakukan. Dengan cara ini, seseorang akan dapat terbebas dari taqlid. Lawan taqlid adalah ittiba,’ yaitu melaksanakan amalan-amalan keagamaan dengan mengetahui landasan dan dasarnya (dalil).
  9. Merealisasikan dan menerapkan hukum-hukum Islam dalam kehidupan akan membawa manfaat besar bagi manusia. Semua aturan atau hukum yang bersumber dari Allah Swt. dan Rasul-Nya merupakan suatu aturan yang dapat membawa kemaslayatan hidup di dunia dan akhirat. 

Demikianlah Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Bab 4 Halaman 62 Evaluasi. Semoga kunci jawaban ini memberikan jawaban yang dibutuhkan. Selain itu dengan memahami materi Bab 4 Halaman 62 tentang Al-Qur’an dan Hadis adalah Pedoman Hidupku, akan membuat kita benar-benar dapat meyakini dan menjadikan Al-Qur’an dan Hadis sebagai Pedoman Hidup. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Post a Comment for "Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Bab 4 Halaman 62 Evaluasi"