Thursday, December 13, 2018

Pengertian, Dampak, Prinsip-prinsip Pengelolaan Kelas dan Kesepakatan Kelas

Pengertian, Dampak, Prinsip-prinsip Pengelolaan Kelas dan Kesepakatan Kelas

PENGERTIAN PENGELOLAAN KELAS 

Pengelolaan kelas adalah semua upaya tindakan guru untuk membina, mengarakan, mengatur, dan menggunakan sumber daya yang ada di kelas dengan optimal, selektif dan efektif untuk menciptakan kondisi atau menyelesaikan masalah kelas agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan optimal.

Suasana kelas saat pembelajaran merupakan keadaan ruangan kelas yang menunjukkan arena belajar yang sangat dipengaruhi emosi.

Suatu kondisi belajar optimal dapat tercapai jika guru mengatur siswa dan sarana pengajaran serta mengendalikannya dalam susana yang menyenangkan dalam mencapai tujuan pengajaran.


Hubungan terperonal yang baik antara guru dan siswa, antara siswa sesema siswa, merupakan syarat keberhasilan pengelolaan kelas.

Pengelolaan kelas yang efektif merupakan awal terjadinya pembelajaran yang produktif.

Apabila pengelolahan kelas dapat dilakukan guru dengan baik, maka akan berdampak positif bagi siswa maupun bagi guru yang melaksanakan.

DAMPAK PENGELOLAAN KELAS 

Adapun dampak pengelolaan kelas bagi siswa antara lain sebagai berikut:
  1. Mendorong siswa mengembangkan tanggung jawab individu terhadap sikap dan tingkah laku serta pengendaliannya.
  2. Membantu siswa mengerti ke arah tingkah laku yang sesuai dengan tata tertib sekolah dan kesepakatan kelas yang sudah disepakati.
  3. Menumbuhkan rasa keharusan untuk melibatkan diri dalam tugas serta bertingkahlaku yang wajar sesuai dengan aktivitas kelas yang sedang berlangsung.

Sedangkan dampak pengelolaan kelas bagi guru antara lain:
  1. Mengembangkan keterampilan memelihara kelancaran penyajian pembelajaran dengan tepat
  2. Menyadari kebutuhan siswa dan mengembangkan kompetensi di dalam mengarahkan pembelajaran dengan baik dan jelas.
  3. Memberikan resfon secara efektif terhadap tingkah laku siswa

PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN KELAS

Berikut beberapa hal penting yang harus diperhatikan g dalam pengelolaan kelas adalah :
  • Hangat dan antusias
  • Tantangan, maksud dari tantangan adalah bahan-bahan pelajaran yang disampaikan bersifat menatang siswa, sehingga nantinya akan meningkatkan gairah siswa untuk belajar sehingga tingkah laku yang menyimpang akan berkurang.
  • Bervariasi, Penggunaan media, gaya belajar, metode pembelajaran yang digunakan oleh guru harus bervariasi agar siswa merasa tidak bosan.
  • Keluwesan, Dalam melaksanakan pembelajaran guru harus mengamati jalannya proses kegiatan tersebut. Termasuk munculnya gangguan siswa. Sehingga diperlukan keluwesan dalam bertingkah laku guru agar dapat mengubah dan menggunakan berbagai macam strategi pembelajaran.
  • Fokus pada hal-hal positif, kelas yang terkelola dengan baik pasti penuh dengan tingkah laku yang positif. Baik guru maupun siswa harus menghindar berbagai macam perilaku yang bersifat negatif. contoh: menghindari ocehan dan kata-kata yang tidak pantas di ucapkan.
  • Membiasakan perilaku disiplin, disiplin merupakan tujuan akhir dari pengelolaan kelas. Guru harus selalu bisa mendorong siswa untuk melaksanakan disiplin diri sendiri kapanpun dan dimanapun.

KESEPAKATAN KELAS DAN RUTINITAS KELAS 

Dalam mengelola kelas agar tercipta suasana yang kondusif untuk belajar maka diperlukan peraturan yang mengatur rutinitas pembelajaran di dalam kelas.

Peraturan tersebut dibuat untuk memberi arahan dalam melakukan rutinitas tertentu agar tercipta lingkungan belajar yang kondusif.

Rutinitas dapat juga disebut prosedur atau kebiasaan yang dibangun untuk mengarahkan siswa dalam melakukan kegiatan-kegiatan KBM sehingga menjadi KBM yang efisien.

Peraturan kelas inilah yang disebut kesepakatan kelas.

Cara membuat kesepakatan kelas sebaiknya didiskusikan kepada siswa terlebih dahulu tentang apa saja yang mau disepakati untuk di jadikan peraturan kelas.

Disepakatinya butir-butir peraturan tersebut membuat siswa lebih santai melaksanakannya, dikarenakan siswa merasa tidak terbebani dengan peraturan yang ia sepakati sendiri.

PROSEDUR PEMBUATAN KESEPAKATAN KELAS

Adapun prosedur yang digunakan dalam membuat kesepakatan kelas antara lain sebagai berikut :
  • Memilih kalimat yang positif, singkat dan jelas.
  • Jumlahnya tidak terlalu sedikit minimal 5 kata
  • Disepakati bersama dengan siswa, merangkul semua masukan dari siswa
  • Sertakan gambar atau dekorasi sehingga tampilan nya menarik
  • Dibuat di awal tahun pembelajaran
  • Didasarkan bagaimana mereka berinteraksi satu sama lain
  • Guru harus aktif mengajarkannya dan menjadi model yang tepat
  • Dalam praktek di kelas berikan penghargaan kepada siswa bila menunjukan sikap positif sesuai dengan kesepakatan kelas yang sudah di sepakati bersama.
  • Berkonspirasi koordinasi dan kolaborasi dengan guru lain dalam penerapan kesepakatan kelas tersebut.
  • Melakukan komunikasi intens dengan orang tua siswa.

KONSEKUENSI BAGI SISWA YANG MELANGGAR

Bagi siswa yang melanggar butir-butir kesepakatan kelas yang sudah disepakati maka harus ada konsekuensi nya.

Konsekuensi dalam kasus rutin harus konsekuensi yang relevan dan membantu siswa, tidak ada nego-nego konsekuensi yang telah dibuat. misal konsekuensi yang bisa diambil seperti mengambil waktu kesenangan siswa seperti jam pelajaran yang di tambah.

Konsekuensi dalam kasus khusus berupa kesepakatan dengan arahan guru sehingga seperti datang dari siswa misalkan: memberi pilihan kepada siswa tetapi semua pilihan yang diberikan merupakan semua pilihan guru.

AFEKTIF

Hasil belajar pada ranah domain afektif mengacu kepada sikap dan nilai yang diharapkan dikuasai siswa setelah mengikuti pembelajaran.

Setelah satu periode pembelajaran guru mengharapkan semua siswa menghargai, memilih, dan tertarik terhadap sesuatu yang di ajarkan. Menurut Winzer (1995: 512) mengemukakan lima tingkatan hasil belajar afektif sebagai berikut.

1. Menerima (receiving)

Hasil belajar pada tingkat ini mengacu pada kepekaan siswa dalam menerima rangsangan dari luar.Siswa telah mencapai sikap menerima siswa apabila siswa tersebut mampu menunjukkan kesadaran, kemauan dan perhatian terhadap sesuatu, serta mengakui kepentingan dan perbedaan.

2. Menanggapi (responding)

Hasil belajar pada tingkat menanggapi mengacu pada reaksi yang diberikan individu terhadap stimulus yang datang dari luar.

Siswa dianggap telah memiliki sikap menanggapi apabila siswa tersebut telah menunjukkan kepatuhan pada peraturan, tuntutan atau perintah, serta berperan aktif dalam berbagai kegiatan.

3. Menghargai (valuing)

Hasil belajar pada tingkat menghargai mengacu pada kesediaan siswa menerima nilai dan kesepakatan terhadap nilai tersebut.

Seseorang siswa dianggap telah memiliki sikap menghargai apabila siswa telah menunjukkan prilaku menerima suatu nilai.

4. Mengatur diri (Organization)

Hasil belajar pada tingkat mengatur diri mengacu pada kemampuan membentuk atau mengorganisasikan bermacam macam nilai serta menciptakan sistem nilai yang baik.

Siswa dianggap telah menguasai sikap pada tahap mengatur diri apabila siswa telah menunjukkan kemampuannya dalam membentuk sistem nilai, menangkap hubungan antar nilai, dan bertanggung jawab dalam melakukan sesuatu.

5. Menjadikan pola hidup (characterization by value)

Menjadikan pola hidup mengacu kepada sikap siswa dalam menerima sistem nilai dan menjadikannya sebagai pola kepribadian dan tingkah laku.

Siswa dianggap telah menguasai kemampuan ini apabila siswa tersebut telah menunjukkan kepercayaan diri, disiplin pribadi, serta mampu mengontrol perilakunya sehingga tercermin dalam pola hidupnya.

DEMIKIANLAH PENGERTIAN, DAMPAK, PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN KELAS DAN KESEPAKATAN

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini, semoga artikel Pengertian, Dampak, Prinsip-prinsip Pengelolaan Kelas dan Kesepakatan Kelas ini bermanfaat bagi kita semua. Terutama bagi para guru yang ingin membuat kondisi kelasnya lebih kondusif lagi.

Salam hanosty salam berprestasi

No comments:

Post a Comment

Silakan Berkomentar Dengan Bijak dan Sopan