Model Pembelajaran Kooperatif Learning Tipe Jigsaw


Rekapitulasi Nilai Raport dan Model Pembelajaran Kooperatif Learning Tipe Jigsaw


MODEL JIGSAW
Teori konstruktivisme merupakan teori yang mendasari perkembangan teori kooperatif tipe jigsaw. Pada dasarnya pendekatan teori konstruktivisme dalam belajar adalah suatu pendekatan di mana siswa secara individu menemukan dan mentransformasikan informasi yang kompleks, memeriksa informasi sesuai dengan ketentuan dan merivisinya jika perlu (soejadi dalam teti sobri,2006. 15). Secara  etimologi Jigsaw berasal dari bahasa inggris yaitu gergaji ukir dan ada  juga  yang  menyebut  dengan  istilah  Fuzzle,  yaitu  sebuah  teka  teki  yang  menyusun potongan  gambar.  Pembelajaran  kooperatif  model  jigsaw,  dalam pelaksanaannya model jigsaw ini mengutamakan kegiatan belajar dengan bekerja sama dengan siswa lain untuk mencapai tujuan bersama.

Dalam pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, kelas dibagi ke dalam beberapa kelompok yang terdiri dari kelompok asal dan kelompok ahli. Kelompok asal adalah kelompok induk siswa yang beranggotakan siswa dengan kemampuan asal yang berbeda. Kelompok ahli adalah kelompok siswa yang terdiri dari anggota kelompok asal yang berbeda yang ditugaskan untuk mempelajari dan mendalami topik tertentu dan menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan topik untuk kemudian dijelaskan kepada kelompok asal.

 Terdapat lima prinsip dalam pembelajaran kooperatif model jigsaw yang dikemukakan Anita Lie (2005), yaitu sebagai berikut:
  1. Ketergantungan positif (positif Interpendence), yaitu dalam pelaksanaan pembelajaran kooperatif, keberhasilan dalam menyelsaian tugas kelompok tergantung pada usaha yang dilakukan oleh kelompok tersebut. Keberhasilan kerja kelompok ditentukan oleh kinerja masing-masing anggota kelompok tersebut. Oleh karena itu, semua anggota dalam kelompok akan merasa saling ketergantungan satu sama yang lainnya.
  2. Tiap Anggta Kelompok Memiliki Tanggung Jawab (individual   accountability),   yaitu   Kesuksesan kelompok tertentu sangat tergantung dari masing-masing anggota kelompok tersebut. Oleh karena itu, setiap anggota kelompok mempunyai tugas dan tanggung jawab yang harus dikerjakan dan di laksanakan dalam kelompok tersebut.
  3. Tatap  muka  (face  to  face  promation  interaction),   yaitu  Di dalam pelaksanaannya setiap anggota kelompok memberikan kesempatan yang luas kepada anggota kelompoknya untuk bertatap muka melakukan interaksi dan diskusi untuk saling memberi dan menerima informasi dari kelompok lain.
  4. Partisifasi & komunikasi (participation communication), yaitu melatih siswa berpartisipasi aktif dan berkomunikasi dalam kegiatan kelompoknya.
  5. Evaluasi proses kelompok, yaitu menjadwalkan waktu khusus bagi kelompok untuk mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerja sama mereka, agar selanjutnya dapat bekerja sama lebih efektif.


            Pembelajaran kooperatif model jigsaw ini dikenal juga dengan pembelajaran kelompok ahli dan kelompok asal. Dalam pelaksanaannya setiap kelompok diberi  permasalahan yang berbeda dan di dalam anggota kelompok tertentu memiliki permasalahan yang sama. Setiap kelompok yang membahas permasalahan yang diberikan ini disebut kelompok ahli. Selanjutnya, hasil pembahasan itu di bawah ke kelompok asal dan disampaikan pada anggota kelompoknya.


Menurut Stepen, Sikes and Snapp (1978 ) yang dikutip Rusman (2008), mengemukakan langkah-langkah kooperatif model jigsaw dalam pembelajaran sejarah sebagai berikut:
  1. Dalam satu kelompok siswa terdiri dari  1  sampai dengan 5  orang siswa . Guna membahas tentang teori teori tertentu
  2. Tiap orang dalam team diberi bagian materi berbeda. Misalnya dalam pembelajaran sejarah,  dalam satu  team tiap  orang  materi yang  harus dikuasai terdiri dari teori Gujarat,  teori  Persia,  dan  teori  mekkah.  Serta  perkembangan  agama  islam  ke Indonesia dan kebudayaan agama islam di Indonesia.
  3. Tiap orang dalam team diberi bagian materi yang ditugaskan sesuai dengan materi pada nomor 2.
  4. Anggota dari kelompok lain yang telah mempelajari bagian yang sama. Kemudian ditemukan dengan kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusiksn sub bab mereka.
  5. Setelah selesai diskusi sebagai tem ahli tiap anggota kembali kedalam kelompok asli dan bergantian mengajar kepada teman satu tem mereka tentang subbab yang mereka kuasai, sedangkan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan seksama.
  6. Tiap tem ahli mempresentasikan hasil diskusi
  7. Setelah presentasi, guru memberi evaluasi pada hasil pernyataan para kelompok.
  8. Dan guru menutupnya dengan memberikan skor dan penghargaan pada kelompok yang berhasil mempresentasikan secara bagus.



Tahapan model jigsaw dapat dilihat sebagai berikut:
  1. Guru  membagi  topik  pelajaran  menjadi  empat  bagian/subtopik.  Misalnya  topik tentang novel dibagi menjadi alur, tokoh, latar dan tema.
  2. Sebelum subtopik-subtopik diberikan guru memberikan pengenalan mengenai topik yang akan dibahas pada pertemuan hari itu. Guru bisa menuliskan topik ini dipapan tulis dan bertanya kepada siswa apa yang mereka ketahui mengenai topik tersebut. Kegiatan brainstorming ini dimaksudkan untuk mengaktifkan kemampuan siswa

Dalam hal ini kunci tipe jigsaw adalah interdependensi setiap siswa terhadap anggota tim yang lain. Jadi guru merupakan fasilitator kagiatan belajar, bukan sebagai pusat atau sumber segala  informasi,  dengan  demikian  siswa  akan  memiliki  kesempatan  untuk  berkembang dalam berbagai kemampuan dan juga akan meningkatkan kreativitas siswa.

Keuntungan Strategi Kooperatif Tipe Jigsaw
Adapun keuntungan strategi kooperatif tipe jigsaw, Menurut Aronson (2000), ada beberapa keuntungan kelas jigsaw,  yaitu: kelas jigsaw merupakan cara pembelajaran materi yang  efisien, selanjutnya proses pembelajaran pada kelas jigsaw melatih kemampuan pendengaran (audio), dedikasi dan empati dengan cara memberikan peran penting kepada setiap anggota kelompok dalam aktifitas akademik.

Kelebihan Kooperatif Tipe Jigsaw
Aronson menambahkan bahwa jika dibandingkan dengan metode mengajar secara tradisional, kelas jigsaw memiliki beberapa kelebihan:
  1. kebanyakan guru menilai metode kooperatif tipe jigsaw mudah dipelajari.
  2.  kebanyakan guru menikmati mengajar dengan metode kooperatif tipe jigsaw dapat digabungkan dengan strategi metode mengajar lainnya. dapat berhasil meskipun alokasi waktunya hanya satu jam per hari bebas dalam penerapannya.
  3. Dapat menanamkan rasa kebersamaan dalam kelompok.
  4. Melatih kepemimpinan siswa.
  5. Melatih rasa tanggung jawab akan tugasnya secara individu maupun kelompok.
  6. Menumbuhkan kesadaran akan adanya kelebihan dan kekurangan orang lain maupun dirinya sendiri.
  7. Sangat efisien terhadap mempelajari suatu materi.
  8.  Dan dalam prosesnya siswa disuruh untuk mendengar, mamakai waktu dan menumbuhkan rasa empiris trhadap pemberian tiap anggota kelompok yang bagiannya juga penting dalam mencapai tujuan.


Meskipun banyak memiliki kelebihan, adapun kelemahan dari strategi kooperatif tipe jigsaw, menurut (Aronson, 2000) yaitu:
  1. Adanya siswa yang dominan aktif.
  2. Ada siswa yang lambat pemahamannya tentang materi.
  3. Masalah siswa yang cerdas dan cepat bosan.
  4. Masalah  dengan  siswa  yang  terlatih  dan  selalu  bersaing”  Akan  tetapi  masalah- masalah.

REKAPITULASI NILAI RAPORT KELAS II.a SDN 1 BABAT




DEMIKIANLAH REKAPITULASI NILAI RAPORT DAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF LEARNING TIPE JIGSAW
Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini, semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat yang berarti bagi kita semua. Bagi para dewan guru semoga dapat mengaplikasikan model pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw ini dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Bagi para siswa admin yang sudah menerima raport semester ganjil harap tetap selalu semangat apapun hasilnya. Bagi yang mendapatkan nilai sangat bagus harap dipertahankan. Bagi yang nilainya sedikit lagi belum sempurna harap berjuang terus, rajin-rajin belajar sampai mendapatkan hasil yang lebih baik lagi. Akhir kata 

Salam honesty salam berprestasi

by Shien

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Model Pembelajaran Kooperatif Learning Tipe Jigsaw"

Post a Comment

Silakan Berkomentar Dengan Bijak dan Sopan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel