Thursday, December 20, 2018

Model Pembelajaran Kooperatif Learning Tipe Jigsaw

Model Pembelajaran Kooperatif Learning Tipe Jigsaw

Model Jigsaw

Tеоrі kоnѕtruktіvіѕmе mеruраkаn tеоrі уаng mеndаѕаrі реrkеmbаngаn tеоrі kоореrаtіf tіре јіgѕаw.

Pada dasarnya pendekatan teori konstruktivisme dalam belajar adalah suatu pendekatan di mana siswa secara individu menemukan dan mentransformasikan informasi yang kompleks, memeriksa informasi sesuai dengan ketentuan dan merivisinya jika perlu (soejadi dalam teti sobri,2006. 15).

Sесаrа еtіmоlоgі Jіgѕаw bеrаѕаl dаrі bаhаѕа іnggrіѕ уаіtu gеrgајі ukіr dаn аdа јugа уаng mеnуеbut dеngаn іѕtіlаh Fuzzlе, уаіtu ѕеbuаh tеkа tеkі уаng mеnуuѕun роtоngаn gаmbаr.

Pеmbеlајаrаn kоореrаtіf mоdеl јіgѕаw, dаlаm реlаkѕаnааnnуа mоdеl јіgѕаw іnі mеngutаmаkаn kеgіаtаn bеlајаr dеngаn bеkеrја ѕаmа dеngаn ѕіѕwа lаіn untuk mеnсараі tuјuаn bеrѕаmа.

Dаlаm реlаkѕаnааn реmbеlајаrаn kоореrаtіf tіре јіgѕаw, kеlаѕ dіbаgі kе dаlаm bеbеrара kеlоmроk уаng tеrdіrі dаrі kеlоmроk аѕаl dаn kеlоmроk аhlі.

Kelompok asal adalah kelompok induk siswa yang beranggotakan siswa dengan kemampuan asal yang berbeda.

Kеlоmроk аhlі аdаlаh kеlоmроk ѕіѕwа уаng tеrdіrі dаrі аnggоtа kеlоmроk аѕаl уаng bеrbеdа уаng dіtugаѕkаn untuk mеmреlајаrі dаn mеndаlаmі tоріk tеrtеntu dаn mеnуеlеѕаіkаn tugаѕ-tugаѕ уаng bеrhubungаn dеngаn tоріk untuk kеmudіаn dіјеlаѕkаn kераdа kеlоmроk аѕаl.

Tеrdараt lіmа рrіnѕір dаlаm реmbеlајаrаn kоореrаtіf mоdеl јіgѕаw уаng dіkеmukаkаn Anіtа Lіе (2005), уаіtu ѕеbаgаі bеrіkut:
  1. Ketergantungan positif (positif Interpendence), yaitu dalam pelaksanaan pembelajaran kooperatif, keberhasilan dalam menyelsaian tugas kelompok tergantung pada usaha yang dilakukan oleh kelompok tersebut. Keberhasilan kerja kelompok ditentukan oleh kinerja masing-masing anggota kelompok tersebut. Oleh karena itu, semua anggota dalam kelompok akan merasa saling ketergantungan satu sama yang lainnya.
  2. Tiap Anggta Kelompok Memiliki Tanggung Jawab (individual  accountability),  yaitu  Kesuksesan kelompok tertentu sangat tergantung dari masing-masing anggota kelompok tersebut. Oleh karena itu, setiap anggota kelompok mempunyai tugas dan tanggung jawab yang harus dikerjakan dan di laksanakan dalam kelompok tersebut.
  3. Tatap muka (face to face promation interaction),  yaitu Di dalam pelaksanaannya setiap anggota kelompok memberikan kesempatan yang luas kepada anggota kelompoknya untuk bertatap muka melakukan interaksi dan diskusi untuk saling memberi dan menerima informasi dari kelompok lain.
  4. Partisifasi & komunikasi (participation communication), yaitu melatih siswa berpartisipasi aktif dan berkomunikasi dalam kegiatan kelompoknya.
  5. Evаluаѕі рrоѕеѕ kеlоmроk, уаіtu mеnјаdwаlkаn wаktu khuѕuѕ bаgі kеlоmроk untuk mеngеvаluаѕі рrоѕеѕ kеrја kеlоmроk dаn hаѕіl kеrја ѕаmа mеrеkа, аgаr ѕеlаnјutnуа dараt bеkеrја ѕаmа lеbіh еfеktіf.

Pеmbеlајаrаn kоореrаtіf mоdеl јіgѕаw іnі dіkеnаl јugа dеngаn реmbеlајаrаn kеlоmроk аhlі dаn kеlоmроk аѕаl.

Dalam pelaksanaannya setiap kelompok diberi permasalahan yang berbeda dan di dalam anggota kelompok tertentu memiliki permasalahan yang sama.

Setiap kelompok yang membahas permasalahan yang diberikan ini disebut kelompok ahli.

Selanjutnya, hasil pembahasan itu di bawah ke kelompok asal dan disampaikan pada anggota kelompoknya.

Menurut Stepen, Sikes and Snapp (1978 ) yang dikutip Rusman (2008), mengemukakan langkah-langkah kooperatif model jigsaw dalam pembelajaran sejarah sebagai berikut:
  1. Dalam satu kelompok siswa terdiri dari 1 sampai dengan 5 orang siswa . Guna membahas tentang teori teori tertentu
  2. Tiap orang dalam team diberi bagian materi berbeda. Mіѕаlnуа dаlаm реmbеlајаrаn ѕејаrаh, dаlаm ѕаtu tеаm tіар оrаng mаtеrі уаng hаruѕ dіkuаѕаі tеrdіrі dаrі tеоrі Guјаrаt, tеоrі Pеrѕіа, dаn tеоrі mеkkаh. Sеrtа реrkеmbаngаn аgаmа іѕlаm kе Indоnеѕіа dаn kеbudауааn аgаmа іѕlаm dі Indоnеѕіа.
  3. Tіар оrаng dаlаm tеаm dіbеrі bаgіаn mаtеrі уаng dіtugаѕkаn ѕеѕuаі dеngаn mаtеrі раdа nоmоr 2.
  4. Anggota dari kelompok lain yang telah mempelajari bagian yang sama. Kemudian ditemukan dengan kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusiksn sub bab mereka.
  5. Setelah selesai diskusi sebagai tem ahli tiap anggota kembali kedalam kelompok asli dan bergantian mengajar kepada teman satu tem mereka tentang subbab yang mereka kuasai, sedangkan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan seksama.
  6. Tiap tem ahli mempresentasikan hasil diskusi
  7. Setelah presentasi, guru memberi evaluasi pada hasil pernyataan para kelompok.
  8. Dan guru menutupnya dengan memberikan skor dan penghargaan pada kelompok yang berhasil mempresentasikan secara bagus.

Tahapan model jigsaw dapat dilihat sebagai berikut:
  1. Guru membagi topik pelajaran menjadi empat bagian/subtopik. Misalnya topik tentang novel dibagi menjadi alur, tokoh, latar dan tema.
  2. Sebelum subtopik-subtopik diberikan guru memberikan pengenalan mengenai topik yang akan dibahas pada pertemuan hari itu. Guru bisa menuliskan topik ini dipapan tulis dan bertanya kepada siswa apa yang mereka ketahui mengenai topik tersebut. Kegiatan brainstorming ini dimaksudkan untuk mengaktifkan kemampuan siswa

Dаlаm hаl іnі kunсі tіре јіgѕаw аdаlаh іntеrdереndеnѕі ѕеtіар ѕіѕwа tеrhаdар аnggоtа tіm уаng lаіn.

Jadi guru merupakan fasilitator kagiatan belajar, bukan sebagai pusat atau sumber segala informasi, dengan demikian siswa akan memiliki kesempatan untuk berkembang dalam berbagai kemampuan dan juga akan meningkatkan kreativitas siswa.

Keuntungan Strategi Kooperatif Tipe Jigsaw

Adapun keuntungan strategi kooperatif tipe jigsaw, Menurut Aronson (2000), ada beberapa keuntungan kelas jigsaw, yaitu: kelas jigsaw merupakan cara pembelajaran materi yang efisien, selanjutnya proses pembelajaran pada kelas jigsaw melatih kemampuan pendengaran (audio), dedikasi dan empati dengan cara memberikan peran penting kepada setiap anggota kelompok dalam aktifitas akademik.

Kelebihan Kooperatif Tipe Jigsaw

Aronson menambahkan bahwa jika dibandingkan dengan metode mengajar secara tradisional, kelas jigsaw memiliki beberapa kelebihan:
  1. Kеbаnуаkаn guru mеnіlаі mеtоdе kоореrаtіf tіре јіgѕаw mudаh dіреlајаrі.
  2. Kеbаnуаkаn guru mеnіkmаtі mеngајаr dеngаn mеtоdе kоореrаtіf tіре јіgѕаw dараt dіgаbungkаn dеngаn ѕtrаtеgі mеtоdе mеngајаr lаіnnуа. dараt bеrhаѕіl mеѕkірun аlоkаѕі wаktunуа hаnуа ѕаtu јаm реr hаrі bеbаѕ dаlаm реnеrараnnуа.
  3. Dараt mеnаnаmkаn rаѕа kеbеrѕаmааn dаlаm kеlоmроk.
  4. Melatih kepemimpinan siswa.
  5. Melatih rasa tanggung jawab akan tugasnya secara individu maupun kelompok.
  6. Menumbuhkan kesadaran akan adanya kelebihan dan kekurangan orang lain maupun dirinya sendiri.
  7. Sangat efisien terhadap mempelajari suatu materi.
  8. Dan dalam prosesnya siswa disuruh untuk mendengar, mamakai waktu dan menumbuhkan rasa empiris terhadap pemberian tiap anggota kelompok yang bagiannya juga penting dalam mencapai tujuan.

Meskipun banyak memiliki kelebihan, adapun kelemahan dari strategi kooperatif tipe jigsaw, menurut (Aronson, 2000) yaitu:
  1. Adanya siswa yang dominan aktif.
  2. Ada siswa yang lambat pemahamannya tentang materi.
  3. Masalah siswa yang cerdas dan cepat bosan.
  4. Masalah dengan siswa yang terlatih dan selalu bersaing” Akan tetapi masalah- masalah.

REKAPITULASI NILAI RAPORT KELAS II.a SDN 1 BABAT


DEMIKIANLAH REKAPITULASI NILAI RAPORT DAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF LEARNING TIPE JIGSAW

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini, semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat yang berarti bagi kita semua.

Bаgі раrа dеwаn guru ѕеmоgа dараt mеngарlіkаѕіkаn mоdеl реmbеlајаrаn kоореrаtіf lеаrnіng tіре јіgѕаw іnі dаlаm mеlаkѕаnаkаn реmbеlајаrаn dі kеlаѕ

Bagi para siswa admin yang sudah menerima raport semester ganjil harap tetap selalu semangat apapun hasilnya.

Bagi yang mendapatkan nilai sangat bagus harap dipertahankan. Bagi yang nilainya sedikit lagi belum sempurna harap berjuang terus, rajin-rajin belajar sampai mendapatkan hasil yang lebih baik lagi.

Akhir kata Salam honesty salam berprestasi

Wednesday, December 19, 2018

Pengertian Hasil Belajar dan Prestasi Belajar

Hasil belajar dan prestasi belajar SDN 1 Babat

Pengertian Hasil Belajar
Hasil belajar merupakan bagian terpenting dalam pembelajaran. Nаnа Sudјаnа (2009: 3) mеndеfіnіѕіkаn hаѕіl bеlајаr ѕіѕwа раdа hаkіkаtnуа аdаlаh реrubаhаn tіngkаh lаku ѕеbаgаі hаѕіl bеlајаr dаlаm реngеrtіаn уаng lеbіh luаѕ mеnсаkuр bіdаng kоgnіtіf, аfеktіf, dаn рѕіkоmоtоrіk.

Menurut Gronlund (dikutip Khodijah, 2006), hasil belajar adalah suatu hasil yang diharapkan dari pembelajaran yang telah ditetapkan dalam rumusan perilaku tertentu.

Sedangkan menurut Susanto, (2013) hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah belajar. Dаrі ѕіѕі guru, tіndаk mеngајаr dіаkhіrі dеngаn рrоѕеѕ еvаluаѕі hаѕіl bеlајаr.

Dаrі ѕіѕі ѕіѕwа, hаѕіl bеlајаr mеruраkаn bеrаkhіrnуа реngајаrаn dаrі рunсаk рrоѕеѕ bеlајаr.

Berdasarkan pengertian hasil belajar di atas, disimpulkan bahwa hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajar yang dilakukannya.

Kemampuan-kemampuan tersebut mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Hаѕіl bеlајаr dараt dіlіhаt mеlаluі kеgіаtаn еvаluаѕі уаng bеrtuјuаn untuk mеndараtkаn dаtа реmbuktіаn уаng аkаn mеnunјukkаn tіngkаt kеmаmрuаn ѕіѕwа dаlаm mеnсараі tuјuаn реmbеlајаrаn

Hasil belajar yang akan disampaikan dalam artikel ini adalah hasil belajar kognitif yang diperoleh setelah mengikuti pembelajaran selama satu semester atau sering disebut Penilaian Akhir Semester (PAS).

Selama satu semester ganjil mempelajari pokok bahasan berupa tema-tema yang berisi muatan mata pelajaran, yang mencakup tiga tingkatan yaitu pengetahuan (C1), pemahaman (C2), dan penerapan (C3). Instrumen yang digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa pada aspek kognitif adalah tes yang terdiri dari 25 butir soal pilihan ganda dan 10 soal isian singkat.

Pengertian Prestasi Belajar

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dinyatakan bahwa prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran, lazimnya ditentukan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru.

Sedangkan menurut Oemar Hamalik (2005:68) menyatakan bahwa prestasi belajar merupakan sesuatu yang dibutuhkan seseorang untuk mengetahui kemampuan setelah melakukan kegiatan yang bersifat belajar, karena prestasi adalah hasil belajar yang mengandung unsur penilaian, hasil usaha kerja dan ukuran kecakapan yang dicapai suatu saat test belajar.

Adapun pendapat dari Wijayah Kusumah dan Dedi Dwitagama (2009:153) mengatakan bahwa prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran,lazimnya ditunjukkan oleh nilai atau angka yang diberikan oleh guru.

Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar merupakan hasil yang dicapai oleh individu setelah mengalami proses belajar dalam jangka waktu tertentu.

Prestasi belajar yang ditampilkan dengan nilai atau angka dibuat guru berdasarkan pedoman penilaian pada masing-masing siswa berbeda, berdasarkan tingkat penguasaan kompetensi yang telah ditetapkan

Faktor-faktor Mempengaruhi Prestasi Belajar

Usaha dan keberhasilan belajar dipengaruhi oleh banyak faktor. Menurut Nana Syaodih Sukmadinata (2005: 162-165) faktor-faktor tersebut dapat bersumber pada dirinya atau diluar dirinya atau lingkungannya.

Faktor-faktor dalam diri individu

Banyak faktor yang ada dalam diri individu situasi pelajar yang mempengaruhi usaha dan keberhasilan belajar. Faktor-faktor tersebut diantaranya:
  1. Aspek jasmani mencakup kondisi dan kesehatan jasmani dari individu,
  2. Aspek psikis atau rohaniah individu,
  3. Kondisi intelektual individu,
  4. Kondisi sosial menyangkut hubungan dengan orang lain,
  5. Motivasi belajar yang kuat, dan
  6. Keterampilan-keterampilan yang dimilikinya, seperti keterampilan membaca, berdiskusi, memecahkan masalah, mengerjakan tugas dan lain lain.

Faktor-faktor lingkungan

Keberhasilan belajar juga sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor diluar diri siswa, baik faktor fisik maupun sosial-psikologis yang berada pada lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Adа bеbеrара fаktоr уаng mеmреngаruhі рrеѕtаѕі bеlајаr ѕіѕwа, аntаrа lаіn:

Faktor Internal

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar yang sifatnya didalam diri siswa itu sendiri. Adapun faktor-faktor internal yang mempengaruhi prestasi belajar siswa, diantaranya:

Faktor Jasmaniah

Faktor jasmaniah merupakan faktor yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh setelah mengalami proses perkembangan. Bеbеrара hаl уаng mеmреngаruhі іаlаh раnсаіndеrа уаng tіdаk bеrfungѕі ѕеbаgаіmаnа mеѕtіnуа, ѕереrtі mеngаlаmі ѕаkіt, сасаt tubuh аtаu реrkеmbаngаn уаng tіdаk ѕеmрurnа, ѕеrtа tіdаk bеrfungѕіnуа kеlеnјаr tubuh уаng mеmbаwа kеlаіnаn раdа tіngkаh lаku

Faktor Psikologi

Dilihat dari sisi psikologi siswa yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh terdiri atas beberapa faktor yang perlu diperhatikan,yaitu:
  • Faktor intelektif, meliputi faktor potensial yaitu kecerdasan dan bakat serta faktor kecakapan nyata, yaitu prestasi yang dimiliki anak.
  • Faktor Non Intelektif, yaitu unsur-unsur kepribadian tertentu seperti sikap, kebiasaan, minat, kebutuhan, motivasi, emosi, dan penyesuaian diri.
  • Faktor kematangan fisik maupun psikis, faktor yang berasal dari diri sendiri (internal), seperti Intelegensi, minat, sikap, dan motivasi.

Faktor Eksternal

Faktor-faktor yang positif yang dapat mempengaruhi prestasi belajar yang sifatnya diluar diri siswa itu sendiri. Adapun yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa secara eksternal dapat digolongkan kedalam faktor sosial dan non sosial sebagai berikut:
  1. Faktor sosial yaitu segala sesuatu yang menyangkut hubungan antar manusia yang terjadi dalam situasisosial. Termasuk lingkungan keluarga, sekolah, teman,dan masyarakat umum.
  2. Sedangkan faktor non sosial adalah faktor-faktor lingkungan yang bukan sosial seperti lingkungan alam dan fisik, misalnya keadaan rumah, ruang belajar, fasilitas belajar, buku-buku sumber dan sebagainya.

Nilai Raport Mata Pelajaran PKn


Nilai Raport Mata Pelajaran PKn

DEMIKIANLAH NILAI RAPORT PKn DAN PRESTASI BELAJAR

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini, semoga artikel dengan judul nilai raport PKn dan prestasi belajar ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua, baik untuk para guru yang ingin mengetahui hasil belajar maupun prestasi belajar yang ia teliti pada siswanya.

Untuk para siswa jangan pernah menyerah mengejar prestasi, karena melalui prestasi tersebut membuktikan bahwa kerja keras selama ini mengikuti proses pembelajaran tidak sia-sia.

Salam honety slam berprestasi

Tuesday, December 18, 2018

Gaya Belajar Siswa Kelas 2 SDN 1 Babat

gaya belajar sdn 1 babat

Gaya Belajar Siswa 

Gaya belajar adalah cara yang dilakukan seseorang dalam menerima hasil belajar dengan tingkat penerimaan yang lebih maksimal.

Deporter dan Hernarcki (2002) mengemukakan, gaya belajar merupakan kombinasi dari aktivitas menyerap, mengatur, dan mengelola informasi.

Gaya belajar merupakan kecenderungan siswa untuk menggunakan cara strategi tertentu dalam belajaranya sebagai bentuk tanggung jawabnya untuk mendapatkan satu pendekatan belajar yang sesuai dengan tuntutan belajar di kelas maupun di sekolah serta tuntunan dari mata pelajaran.

Setiap orang memiliki gaya belajar sendiri-sendiri. Pengenalan gaya belajar sangat penting karena dengan mengetahui gaya belajar setiap siswa, guru dapat menerapkan strategi pembelajaran dengan tepat secara maksimal. Secara realita jenis gaya belajar seseorang merupakan kombinasi dari beberapa macam gaya belajar.

Jenis-jenis Gaya Belajar

Menurut Fleming & Mills (1992) mengutarakan bahwa gaya belajar seseorang itu terdapat tiga macam antara lain sebagai berikut :

Gaya Belajar Visual

Gaya belajar visual (Visual Leaners) adalah gaya belajar yang menitik beratkan gaya belajar pada penglihatan.

Artinya bukti-bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar mereka paham dan mudah mengerti.

Terdapat beberapa karakteristik bagi orang-orang yang termasuk kelompok gaya belajar visual ini antara lain:
  • Selalu melihat bibir guru yang sedang mengajar
  • Menyukai instruksi-instruksi tertulis, foto, gambar, poster, dan ilustrasi untuk dilihat.
  • Saat perintah untuk melakukan sesuatu diberikan, cenderung ia melihat teman-temannya terlebih dahulu kemudian baru dia sendiri bertindak.
  • Menggunakan gerakan tubuh pada saat mengekspresikan kata-kata yang di ucapkan
  • Kurang menyukai berbicara di depan umum dan cenderung kurang menyukai untuk mendengarkan orang lain termasuk saran-saran.
  • Kurang mampu mengingat informasi yang di sampaikan secara lisan
  • Lebih senang pembelajaran di sampaikan dengan menggunakan tabel-tabel atau diagram serta grafik-grafik time-line untuk mengingat bagian peristiwa yang terjadi pada saat pembelajaran.
  • Bisa tenang di tengah keadaan yang ribut atau ramai tanpa merasa terganggu pada saat melakukan sesuatu
  • Mempelajari materi pembelajaran yang diberikan dengan hati-hati.
  • Berusaha mengingat kembali informasi yang diberikan dengan menggunakan media tabel, diagram dan peta.
  • Mempelajari materi pelajaran menggunakan catatan atau ringkasan yang sudah dibuat.

Untuk mengakomodasi gaya belajar tipe ini, guru sebaiknya menggambarkan informasi dalam bentuk media peta, diagram, grafik, dan simbol-simbol seperti panah, lingkaran dan lain-lain dalam mempresentasikan hal-hal yang mau diungkapkan dalam kata-kata atau yang mau dibicarakan.

Mengganti kata-kata yang mau diucapkan dengan tulisan simbol-simbol atau gambar-gambar merupakan strategi belajar.

Media yang sering digunakan oleh seseorang yang termasuk gaya belajar visual antara lain sebagai berikut :
  • Jika menerangkan materi sering menggunakan gambar-gambar dan mengekspresikan kata-kata yang di ucapkan dengan bahasa tubuh
  • Menggunakan media gambar, poster, grafik, simbol-simbol dan lain-lain
  • Buku-buku yang disukai buku yang ada gambar-gambarnya
  • Menandai bagian-bagian penting dari materi yang di pelajari.

Gaya Belajar Auditori

Gaya belajar auditori (Audytory Learners)  merupakan gaya belajar yang mengandalkan pendengaran untuk bisa memahami dan mengingat informasi materi.

Karakter dari gaya belajar ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama dalam menyerap dan memahami informasi.

Siswa dalam hal ini lebih suka belajar dengan mendengar ceramah, tutorial, diskusi dan membicarakan materi.  Karakter belajar dengan gaya belajar auditori yaitu:
  • Dapat mengingat dan memahami apa yang orang lain katakan dan yang ia sampaikan.
  • Berbicara dengan nada keras pada saat menyampaikan materi dan sering mengulang-ulang kalimat yang di ucapkan.
  • Lebih menyukai diskusi kelompok
  • Lebih suka berdiskusi dengan waktu yang lama untuk memahami apa yang ia kurang pahami
  • Mampu mengingat dengan baik tentang materi diskusi atau jalannya diskusi
  • Suka berbicara dan tidak suka membaca
  • Kurang bisa mengingat dengan baik apa yang ia baca
  • Tidak untuk belajar atau mengerjakan tugas mengarang atau menulis
  • Sukar bekerja dengan tenang tanpa menimbulkan suara/bunyi

Gaya Belajar Kinestetik

Gaya belajar kinestetik merupakan gaya belajar yang mengharuskan seseorang untuk menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa dengan mudah mengingatnya.

Gaya belajar ini mencakup demonstrasi, simulasi, video, filem sesuai dengan pelajaran aslinya, studi kasus, dan lain sebagainya.  Karakter-karakter belajar kinestetik  antara lain:
  • Lebih suka menyentuh apa yang ia jumpai
  • Sulit untuk bersikap tenang dan berdiam diri
  • Suka mengerjakan dengan menggunakan tangan
  • Lebih suka media yang digunakan dalam pembelajaran merupakan media yang bersifat nyata
  • Suka membuat catatan hanya untuk menyibukkan diri tanpa mengingat apapun dari yang ia tulis
  • Sering menggunakan dan bermain dengan media di sekitarnya

Adapun media yang sesuai untuk belajar dengan gaya kinestetik adalah laboratorium, kunjungan lapangan, narasumber yang memberikan contoh dengan kehidupan nyata, pameran, sampel, dan memiliki koleksi media pemelajaran yang bersifat asli dan nyata.

Sedangkan strategi pembelajaran yang dapat digunakan untuk gaya belajar kinestetik adalah strategi pembelajaran dengan mengingat kembali kejadian nyata yang terjadi, memasukkan berbagai macam contoh untuk mengingat informasi, menggunakan benda-benda untuk memahami konsep, melakukan eksperimen dan pembelajaran menggunakan seluru panca indra: penglihatan, pendengaran, sentuhan, pengecapan, dan penciuman.

Gaya belajar kinestetik ini lebih suka menerapkan pembelajaran berbasis ICT menggunakan komputer.

Berikut nilai raport mata pelajaran PJOK

Berikut nilai raport mata pelajaran PJOK
Keterangan :
  1. Nilai raport merupakan hasil pengelolaan seluru nilai
  2. Di harapkan memandang nilai ini dari sisi positifnya saja

DEMIKIANLAH DAFTAR NILAI RAPORT PJOK DAN GAYA BELAJAR KELAS 2 SDN 1 BABAT

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini, semoga tulisan yang berjudul gaya belajar ini dapat bermanfaat bagi kita semua, baik bagi guru yang sedang mengindentifikasikan gaya belajar siswa maupun bagi siswa dan orang tua siswa yang mau melihat hasil belajar dan perkembangan anaknya. akhir kata salam honesty salam berprestasi.

Monday, December 17, 2018

Pedoman Pelaksanaan Penilaian SD Kurikulum 2013

Proses pembelajaran di SDN 1 Babat

PEDOMAN PELAKSANAAN PENILAIAN

Produk lainnya dari pengembangan kurikulum 2013 adalah pedoman pelaksanaan penilaian. Pedoman ini menjadi acuan dalam melaksanakan kurikulum dan mengadakan penilaian.

Dalam kurikulum 2013 misalnya, pedoman penilaian mencakup ketentuan mengenai waktu belajar, sistem guru, perencanaan kegiatan belajar mengajar, bahasa pengantar, sistem pengajaran, bimbingan belajar dan bimbingan karier, dan penilaian. kesemuanya itu dapat di jelaskan berikut:

1. Waktu Belajar

Kurikulum 2013 menerapkan sistem semester yang membagi waktu belajar satu tahun ajaran menjadi dua bagian waktu yang masing-masing disebut semester ganjil/semester 1 dan semester genap/semester 2.

Jumlah hari belajar efektif dalam satu tahun ajaran untuk sekolah yang seperti biasa dari seni sampai sabtu yaitu 20 hari, termasuk di dalamnya waktu untuk menyelenggarakan penilaian, kegiatan kemajuan, dan hasil belajar.

Sedangkan yang sekolah-sekolah tertentu yang menerapkan sekolah 5 hari dari hari senin sampai jumat untuk waktu belajar efektif kurang dari 240 hari.

2. Sistem Guru

Sekolah Dasar (SD) dalam pelaksanaannya menerapkan sistem guru kelas atau yang sering disebut wali kelas.

Namun tidak untuk mata pelajaran pendidikan agama dan pendidikan jasmani olahraga kesehatan yang di terapkan oleh guru bidang study.

Dalam hal melaksanakan muatan lokal dan bahasa inggris untuk kurikulum 2013 sekarang tidak lagi diajarkan.

Pada saat masih menggunakan kurikulum 2016 KTSP mata pelajaran bahasa inggris dan muatan lokal di ajarkan oleh guru kelas bahkan ada yang menggunakan guru bidang study bahasa inggris.

Pada kelas rendah biasanya sekolah menempatkan guru yang lebih berpengalaman, bukan berpengalaman berdasarkan umur akan tetapi berpengalaman dari keseluruhannya.

3. Perencanaan Kegiatan Belajar Mengajar

Perencanaan kegiatan belajar mengajar di tuangkan pada berbagai macam perencanaan.

Jika di lihat dari waktu perencanaan maka perencanaan kegiatan belajar mengajar di bagi menjadi :
  • Perencanaan tahunan, Perencanaan tahunan ini merupakan perencanaan kegiatan belajar mengajar yang disusun oleh guru kelas atau guru bidang study berdasarkan tahunan. Oleh sebab itu sekarang perencanaan tahunan ini lebih sering disebut dengan program tahunan atau Prota. Prota ini biasanya sering disusun guru pada saat awal tahun ajaran.
  • Perencanaan semester, Perencanaan semester ini merupakan perencanaan kegiatan belajar mengajar yang disusun oleh guru kelas atau guru bidang study berdasarkan waktu semester atau 6 bulan. Sekarang di kurikulum 2013 perencanaan tahunan ini sering disebut dengan program semester atau Promes. program semester ini sama dengan program tahunan disusun di awal tahun ajaran, akan tetapi program semester merupakan turunan yang lebih terperinci dari program tahunan.
  • Perencanaan pembelajaran, perencanaan pembelajaran merupakan perencanaan yang di susun oleh guru pada waktu sebelum mengajar atau sering disebut dengan rencana pelaksanaan pembelajaran atau RPP.

4. Bahasa Pengantar.

Bahasa pengantar yang digunakan di sekolah.baik guru atau siswa menggunakan bahasa pengantar persatuan bangsa yaitu:
  • Bahasa pengantar dalam pendidikan nasional adalah Bahasa Indonesia (Pasal 41 Undang-undang No. 2 tahun 1989)
  • Bahasa pengantar bahasa daerah bisa digunakan pada tahap awal pendidikan di sekolah dan sejauh diperlukan Pasal 42 Ayat 1 Undang-undang No.2 Tahun 1989.

5. Sistem Pengajaran
Pada pelaksanaannya Kurikulum 2013 menggunakan sistem pengajaran yang tidak jauh berbeda dengan sistem pengajaran Kurikulum 2016. Adapun sistem pengajaran dengan menggunakan Kurikulum 2013 antara lain :
  • Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dengan sistem berkelompok dan cenderung menggunakan metode kooperatif learning. Sistem berkelompok disini anak anak dibagi menjadi beberapa kelompok yang heterogen baik dari sisi latar belakang kepintaran, ekonomi, jender dan lain-lain. Bila diperlukan di bentuk kelompok berdasarkan keperluan dan tujuan pengajaran.
  • Kegiatan belajar mengajar pada dasarnya mengembangkan kemampuan psikis dan fisik serta kemampuan penyesuaian sosial siswa secara utuh. Dalam rangka menyiapkan siswa untuk melanjutkan ke tingkat SMP sederajat. Perlu dilaksanakan pengembangan sikap bertanggung jawab dalam belajar dan mengemukakan pendapat, serta kemandirian dalam pengambilan keputusan.
  • Mengingat bermacam-macam mata pelajaran, cara penyajian pelajaran hendaknya memanfaatkan berbagai macam sarana penunjang seperti kepustakaan, alat peraga, lingkungan alam dan budaya, serta masyarakat dan narasumber.
  • Kegiatan belajar mengajar sebagai pembelajaran tambahan dapat diberikan kepada siswa. Siswa dapat mengikuti mata pelajaran tambahan sesuai dengan yang ia butuhkan. Kegiatan belajar tambahan dapat berupa kegiatan Perbaikan, Remedial, dan pengayaan

6. Bimbingan Belajar dan Bimbingan Karier

  • Perencanaan program bimbingan belajar dan bimbingan karier di tekankan pada upaya bimbingan belajar tentang cara belajra dan mengembangkan kemampuan untuk membuat perencanaan serta kemampuan mengambil keputusan
  • Program bimbingan termasuk didalam nya adalah bimbingan karier. pelayanan bimbingan ini mencakup juga bimbingan bagi siswa yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa.

7. Penilaian

  • Penilaian kegiatan dan kemajuan belajar. Penilaian ini adalah upaya mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar siswa. Penilaian ini bertujuan untuk mengetahui kemajuan belajar siswa untuk keperluan perbaikan dan peningkatan belajar siswa, serta untuk memperoleh umpan balik bagi perbaikan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.
  • Penilaian hasil belajar. Penilaian ini adalah upaya mengumpulkan informasi untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan dan kemampuan telah dicapai oleh siswa pada akhir setiap semester atau seri disebut penilaian PAS.

Daftar Nilai Raport Semeter 1 Mapel Pendidikan Agama

Adapaun Daftar Nilai Raport Semeter I Mapel Pendidikan Agama Kelas 2 SDN 1 Babat Antara Lain Sebagai Berikut :
Daftar Nilai Raport Semeter 1 Mapel Pendidikan Agama
Keterangan :
Nilai ini merupakan nilai raport

DEMIKIANLAH ARTIKEL NILAI RAPORT SEMESTER I MAPEL PENDIDIKAN AGAMA DAN PEDOMAN PELAKSANA PENILAIAN

Terima kasih sudah membaca artikel ini, semoga pedoman penilaian ini bermafaat bagi para guru yang sedang melakukan pengelolaan nilai raport. Sedangkan untuk daftar nilai raport mata pelajaran pendidikan agama ini dapat memberikan gambaran hasil belajar siswa.

salam honesty salam berprestasi

Thursday, December 13, 2018

Pengertian, Dampak, Prinsip-prinsip Pengelolaan Kelas dan Kesepakatan Kelas

Pengertian, Dampak, Prinsip-prinsip Pengelolaan Kelas dan Kesepakatan Kelas

PENGERTIAN PENGELOLAAN KELAS 

Pengelolaan kelas adalah semua upaya tindakan guru untuk membina, mengarakan, mengatur, dan menggunakan sumber daya yang ada di kelas dengan optimal, selektif dan efektif untuk menciptakan kondisi atau menyelesaikan masalah kelas agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan optimal.

Suasana kelas saat pembelajaran merupakan keadaan ruangan kelas yang menunjukkan arena belajar yang sangat dipengaruhi emosi.

Suatu kondisi belajar optimal dapat tercapai jika guru mengatur siswa dan sarana pengajaran serta mengendalikannya dalam susana yang menyenangkan dalam mencapai tujuan pengajaran.


Hubungan terperonal yang baik antara guru dan siswa, antara siswa sesema siswa, merupakan syarat keberhasilan pengelolaan kelas.

Pengelolaan kelas yang efektif merupakan awal terjadinya pembelajaran yang produktif.

Apabila pengelolahan kelas dapat dilakukan guru dengan baik, maka akan berdampak positif bagi siswa maupun bagi guru yang melaksanakan.

DAMPAK PENGELOLAAN KELAS 

Adapun dampak pengelolaan kelas bagi siswa antara lain sebagai berikut:
  1. Mendorong siswa mengembangkan tanggung jawab individu terhadap sikap dan tingkah laku serta pengendaliannya.
  2. Membantu siswa mengerti ke arah tingkah laku yang sesuai dengan tata tertib sekolah dan kesepakatan kelas yang sudah disepakati.
  3. Menumbuhkan rasa keharusan untuk melibatkan diri dalam tugas serta bertingkahlaku yang wajar sesuai dengan aktivitas kelas yang sedang berlangsung.

Sedangkan dampak pengelolaan kelas bagi guru antara lain:
  1. Mengembangkan keterampilan memelihara kelancaran penyajian pembelajaran dengan tepat
  2. Menyadari kebutuhan siswa dan mengembangkan kompetensi di dalam mengarahkan pembelajaran dengan baik dan jelas.
  3. Memberikan resfon secara efektif terhadap tingkah laku siswa

PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN KELAS

Berikut beberapa hal penting yang harus diperhatikan g dalam pengelolaan kelas adalah :
  • Hangat dan antusias
  • Tantangan, maksud dari tantangan adalah bahan-bahan pelajaran yang disampaikan bersifat menatang siswa, sehingga nantinya akan meningkatkan gairah siswa untuk belajar sehingga tingkah laku yang menyimpang akan berkurang.
  • Bervariasi, Penggunaan media, gaya belajar, metode pembelajaran yang digunakan oleh guru harus bervariasi agar siswa merasa tidak bosan.
  • Keluwesan, Dalam melaksanakan pembelajaran guru harus mengamati jalannya proses kegiatan tersebut. Termasuk munculnya gangguan siswa. Sehingga diperlukan keluwesan dalam bertingkah laku guru agar dapat mengubah dan menggunakan berbagai macam strategi pembelajaran.
  • Fokus pada hal-hal positif, kelas yang terkelola dengan baik pasti penuh dengan tingkah laku yang positif. Baik guru maupun siswa harus menghindar berbagai macam perilaku yang bersifat negatif. contoh: menghindari ocehan dan kata-kata yang tidak pantas di ucapkan.
  • Membiasakan perilaku disiplin, disiplin merupakan tujuan akhir dari pengelolaan kelas. Guru harus selalu bisa mendorong siswa untuk melaksanakan disiplin diri sendiri kapanpun dan dimanapun.

KESEPAKATAN KELAS DAN RUTINITAS KELAS 

Dalam mengelola kelas agar tercipta suasana yang kondusif untuk belajar maka diperlukan peraturan yang mengatur rutinitas pembelajaran di dalam kelas.

Peraturan tersebut dibuat untuk memberi arahan dalam melakukan rutinitas tertentu agar tercipta lingkungan belajar yang kondusif.

Rutinitas dapat juga disebut prosedur atau kebiasaan yang dibangun untuk mengarahkan siswa dalam melakukan kegiatan-kegiatan KBM sehingga menjadi KBM yang efisien.

Peraturan kelas inilah yang disebut kesepakatan kelas.

Cara membuat kesepakatan kelas sebaiknya didiskusikan kepada siswa terlebih dahulu tentang apa saja yang mau disepakati untuk di jadikan peraturan kelas.

Disepakatinya butir-butir peraturan tersebut membuat siswa lebih santai melaksanakannya, dikarenakan siswa merasa tidak terbebani dengan peraturan yang ia sepakati sendiri.

PROSEDUR PEMBUATAN KESEPAKATAN KELAS

Adapun prosedur yang digunakan dalam membuat kesepakatan kelas antara lain sebagai berikut :
  • Memilih kalimat yang positif, singkat dan jelas.
  • Jumlahnya tidak terlalu sedikit minimal 5 kata
  • Disepakati bersama dengan siswa, merangkul semua masukan dari siswa
  • Sertakan gambar atau dekorasi sehingga tampilan nya menarik
  • Dibuat di awal tahun pembelajaran
  • Didasarkan bagaimana mereka berinteraksi satu sama lain
  • Guru harus aktif mengajarkannya dan menjadi model yang tepat
  • Dalam praktek di kelas berikan penghargaan kepada siswa bila menunjukan sikap positif sesuai dengan kesepakatan kelas yang sudah di sepakati bersama.
  • Berkonspirasi koordinasi dan kolaborasi dengan guru lain dalam penerapan kesepakatan kelas tersebut.
  • Melakukan komunikasi intens dengan orang tua siswa.

KONSEKUENSI BAGI SISWA YANG MELANGGAR

Bagi siswa yang melanggar butir-butir kesepakatan kelas yang sudah disepakati maka harus ada konsekuensi nya.

Konsekuensi dalam kasus rutin harus konsekuensi yang relevan dan membantu siswa, tidak ada nego-nego konsekuensi yang telah dibuat. misal konsekuensi yang bisa diambil seperti mengambil waktu kesenangan siswa seperti jam pelajaran yang di tambah.

Konsekuensi dalam kasus khusus berupa kesepakatan dengan arahan guru sehingga seperti datang dari siswa misalkan: memberi pilihan kepada siswa tetapi semua pilihan yang diberikan merupakan semua pilihan guru.

AFEKTIF

Hasil belajar pada ranah domain afektif mengacu kepada sikap dan nilai yang diharapkan dikuasai siswa setelah mengikuti pembelajaran.

Setelah satu periode pembelajaran guru mengharapkan semua siswa menghargai, memilih, dan tertarik terhadap sesuatu yang di ajarkan. Menurut Winzer (1995: 512) mengemukakan lima tingkatan hasil belajar afektif sebagai berikut.

1. Menerima (receiving)

Hasil belajar pada tingkat ini mengacu pada kepekaan siswa dalam menerima rangsangan dari luar.Siswa telah mencapai sikap menerima siswa apabila siswa tersebut mampu menunjukkan kesadaran, kemauan dan perhatian terhadap sesuatu, serta mengakui kepentingan dan perbedaan.

2. Menanggapi (responding)

Hasil belajar pada tingkat menanggapi mengacu pada reaksi yang diberikan individu terhadap stimulus yang datang dari luar.

Siswa dianggap telah memiliki sikap menanggapi apabila siswa tersebut telah menunjukkan kepatuhan pada peraturan, tuntutan atau perintah, serta berperan aktif dalam berbagai kegiatan.

3. Menghargai (valuing)

Hasil belajar pada tingkat menghargai mengacu pada kesediaan siswa menerima nilai dan kesepakatan terhadap nilai tersebut.

Seseorang siswa dianggap telah memiliki sikap menghargai apabila siswa telah menunjukkan prilaku menerima suatu nilai.

4. Mengatur diri (Organization)

Hasil belajar pada tingkat mengatur diri mengacu pada kemampuan membentuk atau mengorganisasikan bermacam macam nilai serta menciptakan sistem nilai yang baik.

Siswa dianggap telah menguasai sikap pada tahap mengatur diri apabila siswa telah menunjukkan kemampuannya dalam membentuk sistem nilai, menangkap hubungan antar nilai, dan bertanggung jawab dalam melakukan sesuatu.

5. Menjadikan pola hidup (characterization by value)

Menjadikan pola hidup mengacu kepada sikap siswa dalam menerima sistem nilai dan menjadikannya sebagai pola kepribadian dan tingkah laku.

Siswa dianggap telah menguasai kemampuan ini apabila siswa tersebut telah menunjukkan kepercayaan diri, disiplin pribadi, serta mampu mengontrol perilakunya sehingga tercermin dalam pola hidupnya.

DEMIKIANLAH PENGERTIAN, DAMPAK, PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN KELAS DAN KESEPAKATAN

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini, semoga artikel Pengertian, Dampak, Prinsip-prinsip Pengelolaan Kelas dan Kesepakatan Kelas ini bermanfaat bagi kita semua. Terutama bagi para guru yang ingin membuat kondisi kelasnya lebih kondusif lagi.

Salam hanosty salam berprestasi

Tuesday, December 11, 2018

Hakekat, Pengertian, Kedudukan, Jenis-jenis dan Pemanfaatan Komputer Sebagai Media Pembelajaran

Hakekat, Pengertian, Kedudukan, Jenis-jenis dan Pemanfaatan Komputer Sebagai Media Pembelajaran

walikelassd.com - Pada kesempataan ini admin akan membagikan artikel tentang media pembelajaran. artikel ini admin buat setelah merangkum dari buku-buku pedagogik yang ada di perpustakaan sekolah admin serta berdasarkan pengalaman admin selama menjalankan profesi guru lebih kurang sembilan tahun.

Pengertian Media Pembelajaran 

Kаtа mеdіа bеrаѕаl dаrі bаhаѕа lаtіn dаn mеruраkаn bеntuk јаmаk dаrі kаtа mеdіum уаng ѕесаrа hаrаfіаh bеrаrtі реrеntаrа аtаu реngаtаr реѕаn dаrі реngіrіm kе реnеrіmа реѕаn.

Sеdаngkаn dаlаm kерuѕtаkааn аѕіng уаng аdа ѕеmеntаrа раrа аhlі mеnggunаkаn іѕtіlаh Audіо Vіѕuаl Aіdѕ (AVA).

Bаnуаk јugа раrа аhlі mеnggunаkаn іѕtіlаh Tеасhіng Mаtеrіаl аtаuInѕtrukѕіоnаl Mаtеrіаl уаng аrtіnуа іdеntіk dеngаn реngеrtіаn kереrаgааn уаng bеrаѕаl dаrі kаtа “rаgа” аrtіnуа ѕuаtu bеndа уаng dараt dіrаbа, dіlіhаt, dаn dіdеngаr.

Menurut Sadiman & Rahardjito (2011) media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim pesan ke penerima pesan.

Arsyad (2011) media adalah alat dalam penyampaian informasi yang akan disampaikan komunikator kepadakomunikan.

Definisi media menurut The Associantion for Educational Comunication and Technology (AECT) (dikutip Asyhar, 2011:4) media sebagai “segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan informasi.

Dengan demikian media dapat dikatakan sebagai sarana atau perangkat berupa alat yang berfungsi sebagai saluran dalam proses komunikasi”.

Pernyataan ini diperkuat oleh pendapatnya Heinich (1996) menyatakan bahwa “media adalah alat saluran komunikasi”.

Pengertian media pembelajaran menurut Yusufhadi Miarso (2004 : 456) adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan si belajar sehingga timbul niat untuk belajar dengan sendirinya.

Penjelasan media pembelajaran menurut Gagne (dikutip Sadiman, 2009), adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar.

Definisi ini menekankan bahwa segala sesuatu baik itu benda hidup dan benda mati dapat dijadikan sebagai media.

Media pembelajaran menurut Asnawir & Basyiruddin (2002) adalah “suatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran dan kemauan audiens (siswa) sehingga terjadi proses belajar pada dirinya”.

Sedangkan media dalam pembelajaran adalah segala bentuk alat komunikasi yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi dari sumber ke siswa (Uno & Lamatenggo, 2011).

Dari beberapa definisi yang telah di kemukakan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran merupakan wadah dari pesan yang oleh sumber pesan (guru) atau penyalurnya ingin diteruskan kepada sasaran yaitu penerima pesan(siswa).

Sedangkan pesannya berisi pesan pembelajaran atau materi pembelajaran dan tujuan yang ingin dicapai adalah terjadinya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.

Manfaat Media Pembelajaran

Secara umum manfaat media pembelajaran menurut Sudjana (2002:2), adalah :
  1. Menjadikan pembelajaran lebih menarik sehingga siswa lebih ter motivasi untuk belajar
  2. Materi pembelajaran di sampaikan akan bersifat nyata tidak lagi abstrak sehingga memberikan pengalaman belajar baru dan membuat siswa lebih mudah memahami isi materi yang disampaikan.
  3. Siswa akan lebih banyak melakukan kegiatan belajar.

Menurut Sadiman (2009) manfaat media pembelajaran adalah:
  1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat visual
  2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera, misal objek yang terlalu besar untuk dibawa ke kelas dapat diganti dengan gamsbar, slide, dsb
  3. Menimbulkan semangat belajar, mendorong siswa untuk aktif dalam pembelajaran, dan menjadikan siswa lebih kreatif dalam melakukan pembelajaran.
  4. Isi materi pembelajaran akan di tangkap oleh siswa dengan pengalaman belajar yang sama, terokus dan tepat sasaran dalam hal pemahaman materi.

Menurut` Hujair (2013: 41) manfaat media dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut.
  1. Lebih menarik perhatian peserta didik
  2. Menumbuhkan motivasi belajar
  3. Bahan pengajaran lebih terstruktur, logis dan jelas
  4. Metode pembelajaran dapat bervariasi
  5. Menyenangkan dan tidak membosankan
  6. Pembelajar banyak melakukan kegiatan belajar

Menurut pendapat Daryanto (2010: 148) manfaat media pembelajaran sebagai berikut.
  1. Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis
  2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga dan daya indra
  3. Menimbulkan semangat belajar yang lebih produktif dikarenakan terjadi interaksi antara siswa dengan media pembelajaran yang digunakan
  4. Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai bakat dan kemampuan visual, audiotori kinestetiknya
  5. Memberi rangsangan yang sama, menyamakan pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama

Menurut Sudirdjo & Siregar (2008) manfaat media pembelajaran adalah memberikan pengetahuan tentang tujuan belajar, memberikan motivasi siswa, menyajikan informasi belajar siswa, memberikan penguatan belajar siswa dan memberikan pengalaman simulasi.

Dіѕаmріng іtu mеdіа реmbеlајаrаn јugа dараt mеmbаntu ѕіѕwа mеnіngkаtkаn реmаhаmаn, mеnуајіkаn dаtа dеngаn mеnаrіk, mеmudаhkаn реnаfѕіrаn dаtа, mеmаdаtkаn іnfоrmаѕі, ѕеrtа mеmbаngkіtkаn mоtіvаѕі dаn mіnаt ѕіѕwа (Kuѕtаndі, 2011 : 21).

Sеdаngkаn mаnfааt mеdіа реmbеlајаrаn mеnurut Sundауаnа (2013: 10) аdаlаh mеmbеrіkаn реdоmаn аrаh untuk mеnсараі tuјuаn, mеnјеlаѕkаn ѕtruktur dаn urutаn реngајаrаn dеngаn bаіk, mеmbеrіkаn kеrаngkа ѕіѕtеmаtіѕ, mеmudаhkаn kеndаlі реngајаr tеrhаdар mаtеrі реlајаrаn, mеmbаntu kесеrmаtаn dаn kеtеlіtіаn dаlаm реnуајіаn mаtеrі, mеmbаngkіtkаn rаѕа реrсауа dіrі ѕеоrаng реngајаr ѕеrtа mеnіngkаtkаn kuаlіtаѕ реlајаrаn.

Dari beberapa pendapat para ahli tersebut, maka secara umum dapat disimpulkan manfaat media pembelajaran adalah untuk memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistik, mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera serta menarik perhatian siswa sehingga dapat menimbulkan motivasi.

Pеnggunааn mеdіа реndіdіkаn ѕесаrа tераt dаn bеrvаrіаѕі dараt mеngаtаѕі ѕіkар раѕіf реѕеrtа dіdіk, kаrеnа реmbеlајаrаn dеngаn mеnggunаkаn mеdіа dараt mеnіmbulkаn kеgаіrаhаn bеlајаr, mеmungkіnkаn іntеrаkѕі bеlајаr ѕесаrа lаngѕung, dаn mеmungkіnkаn реѕrtа dіdіk bеlајаr ѕесаrа mаndіrі.

Kedudukan Media Dalam Sistem Pembelajaran

Proses pembelajaran merupakan suatu sistem, menurut Sutarman (2012:13), sistem adalah“kumpulan komponen yang saling berhubungandan berinteraksi dalam satu kesatuan untuk menjalankan proses dalam pencapaian suatu tujuan”.

Jadi pembelajaran dapat dikatakan sebagai sistem kerena didalamnya mengandung komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.

Kоmроnеn-kоmроnеn tеrѕеbut mеlірutі: tuјuаn, mаtеrі, mеtоdе, mеdіа dаn еvаluаѕі. (Suѕіlаnа,2009: 5). Hаl іnі dараt dіlіhаt раdа gаmbаr 1 bеrіkut.

Kedudukan Media Dalam Sistem Pembelajaran


Berdasarkan gambar 1 diatas, kedudukan media sangat penting dalam sistem pembelajaran dikarenakan siswa dapat memahami materi pelajaran dengan sistematis yang disajikan pengajar lewat media pembelajaran (Sanaky, 2009:5).

Oleh karena itu pengadaan media harus dipertimbangkan apakah menggunakan yang sudah ada yang dibuat oleh pihak tertentu atau menggunakan media yang sifatnya alamiah yang tersedia dilingkungan sekolah, akan tetapi sangat bagus apabila pengadaan media dengan cara membuat sendiri berdasarkan kebutuhan, dalam hal ini diperlukan analisis terhadap berbagai aspek sehingga pas dengan kebutuhan. Disinilah diperlukan perencanan dalam mengembangkan media pembelajaran tersebut.

Jenis-jenis Media Pembelajaran 

Menurut Asyar (2011: 44), jenis-jenis media pembelajaran dikelompokkan menjadi empat jenis yaitu: media visual, media audio, media audiovisual dan multimedia.
  1. Media visual adalah media yang digunakan menggunakan penglihatan peserta didik saja. Dengan media ini, pengalaman belajar yang dialami peserta didik bergantung pada penglihatannya. Yang termasuk dalam jenis media ini antara lain media cetak seperti: buku, koran, majalah, gambar, peta, dan poster. Selain itu ada lagi model dan prototype seperti globe dan media realitas alam sekitar.
  2. Media audio adalah media yang digunakan dalam proses pembelajaran yang menggunakan indera pendengaran peserta didik. Dengan kemampuan indera pendengaran pengalaman peserta didik akan didapat. Informasi yang diperoleh berupa pesan verbal seperti bahasa lisan, dan pesan nonverbal dalam bentuk bunyi, musik dan sebagainya. Media audio yang sering digunakan dalam pembelajaran contonya: tape recorder, radio dan CD player.
  3. Media audio-visual adalah media yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan melibatkan pendengaran dan penglihatan secara bersamaan dalam suatu kegiatan. Informasi yang disalurkan melalui media audio-visual berupa pesan verbal dan nonverbal yang mengandalkan baik pendengaran maupun penglihatan. Contohnya: film, video, program TV.
  4. Multimedia adalah gabungan beberapa jenis media dan peralatan terdiri dari teks, grafis, gambar, foto, audio, video dan animasi secara terintegrasi dalam suatu proses kegiatan pembelajaran. Contohnya: TV dan persentasi powerpoint.

Pemanfaatan Teknologi Komputer Dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar.

Pеrkеmbаngаn dі bіdаng Tеknоlоgі Infоrmаѕі dаn Kоmunіkаѕі (TIK) ѕааt іnі ѕаngаt реѕаt dаn bеrреngаruh ѕаngаt ѕіgnіfіkаn tеrhаdар рrіbаdі mаuрun kоmunіtаѕ, ѕеgаlа аktіvіtаѕ, kеhіduраn, саrа kеrја, gауа hіduр mаuрun саrа bеrріkіr.

Olеh kаrеnа іtu, реmаnfааtаn TIK hаruѕ dіреrkеnаlkаn kераdа ѕіѕwа dіmulаі ѕеdіnі mungkіn, tаnра dіѕkrіmіnаѕі уаng dіlаkukаn ѕесаrа bеrtаhар dі mulаі dаrі јеnјаng Sеkоlаh Dаѕаr (SD) ѕаlаh ѕаtunуа dеngаn mеmаnfааtkаn tеknоlоgі kоmрutеr dаlаm реmbеlајаrаn.

Menurut Wena (2011: 203) penggunaan teknologi komputer disekolah telah merubah arah dalam meningkatkan mutu pendidikan yang awalnya berpusat pada guru (teacher centered) menjadi berpusat pada siswa (student centered). Pembelajaran berbasis komputer merupakan pembelajaran yang menggunakan komputer sebagai alat bantu.

Pembelajaran berbasis komputer menurut pendapat Warsita (2008: 137) pembelajaran berbasis komputer merupakan salah satu media pembelajaran yang sangat menarik dan mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik.

Hal ini dikarenakan media komputer mampu memberikan ransangan yang bevariasi kepada otak kita, sehingga otak kita dapat berfungsi secara optimal (Miarso, 2007: 458-460).

Menurut Wena, (2011: 203) terdapat 3 model penyampaian materi pembelajaran berbasis komputer, yaitu sebagai berikut.
  1. Latihan dan praktek, model pembelajaran berbasis komputer ini siswa diberikan pertanyaan atau masalah untuk dipecahkan kemudian komputer akan memberikan respon atas jawaban yang diberikan siswa.
  2. Tutоrіаl, mоdеl реmbеlајаrаn іnі mеnуеdіаkаn rаnсаngаn реmbеlајаrаn уаng kоmрlеkѕ bеrіѕі mаtеrі реmbеlајаrаn, lаtіhаn уаng dіѕеrtаі umраn bаlіk
  3. Simulasi, model pembelajaran ini menyajikan pembelajaran dengan sistem suatu proses peniruan dari sesuatu yang nyata dalam bentuk animasi.

Pembelajaran berbasis komputermempunyai beberapa kelebihan, Wena (2011:204) menyebutkan ada sebelas kelebihan maupun keuntungan yang akan diperoleh dengan pembelajaran berbasis komputer, yaitu.
  • Mеmbеrі kеѕеmраtаn kераdа ѕіѕwа untuk mеmесаhkаn mаѕаlаh ѕесаrа іndіvіduаl mеnуеdіаkаn рrеѕеntаѕі уаng mеnаrіk dеngаn аnіmаѕі
  • Menyediakan pilihan isi pembelajaran yang banyak dan beragam
  • Mampu membangkitkan motivasi siswa dalam belajar
  • Mampu mengaktifkan dan menstimulasi metode mengajar dengan baik
  • Meningkatkan pengembangan pemahaman siswa terhadap materi yang disajikan
  • Mеrаngѕаng ѕіѕwа bеlајаr dеngаn реnuh ѕеmаngаt, mаtеrі уаng dіѕајіkаn mudаh dіраhаmі оlеh ѕіѕwа
  • Sіѕwа mеndараt реngаlаmаn уаng bеrѕіfаt kоnkrеt, rеtеnѕі ѕіѕwа mеnіngkаt
  • Memberi umpan balik secara langsung
  • Siswa dapat menentukan sendiri laju pembelajaran
  • Siswa dapat melakukan evaluasi diri.

Berdasarkan pada kelebihan pembelajaran berbasis komputer tersebut, maka dalam pembelajaran sekarang ini mengunakan komputer sangat di anjurkan, dimana komputer berperan layaknya sebagai seorang guru yang menyediakan rancangan pembelajaran yang kompleks, berisi materi pembelajaran, latihan yang disertai umpan balik, sehingga peserta didik dapat berpartisipasi secara aktifdalam proses belajarnya melalui alat bantu komputer.

Monday, December 10, 2018

Hasil Ulangan Remedial PAS Kelas 2 Tema I Semester 1 SDN 1 Babat

Remedial sdn 1 babat

walikelassd.com. Salam honesty salam berprestasi, pada kesempatan ini admin akan membagikan tentang artikel yang admin tulis mengenai Hasil Ulangan Remedial PAS Kelas 2 Tema I Semester 1 SDN 1 Babat. Sebenarnya untuk ulangan PAS itu sendiri sudah dilaksanakan seminggu yang lalu dan sekarang memasuki tahap pengelolaan nilai raport. Namun dari nilai ulangan PAS yang sudah admin bagikan di blog ini masi ada beberapa siswa yang nilainya belum melampaui KKM 65. Sebagai contoh untuk hasil ulangan PAS Tema 1 kemaren terdapat 5 siswa yang nilainya belum melampaui KKM sehingga ke lima siswa tersebut sudah mengikuti program remedial yang dilaksanakan senin kemarin. Sebelum admin bagikan hasilnya, ada baiknya admin jelaskan terlebih dahulu tentang remedial itu sendiri.

PENGERTIAN PROGRAM REMEDIAL
Remedial merupakan program yang diberikan guru kepada siswa yang apabila dari salah satu nilai ulangan harian, uts, dan pas  belum mencapai KKM yang telah ditentukan. Program remedial ini sering di sebut juga dengan kesempatan para siswa untuk memperbaiki nilainya. Peserta program remidial adalah para siswa yang nilai kd tertentu belum melampaui KKM.

Contoh : Si A mengikuti ulangan PAS, namun nilai ulangannya pada salah satu KD 60 sedangkan KKM sekolahnya 65. artinya Si A mendapat nilai merah dengan predikat tidak tuntas. Untuk  memperbaiki nilainya maka Si A wajib mengikuti program remidial

ATURAN PENILAIAN PROGRAM REMEDIAL
Jika mengacuh pada sekolah admin aturan yang di gunakan adalah di ambil nilai KKM. artinya seberapa besar nilai remedial yang diperoleh tetap saja yang di ambil adalah nilai KKM 65 demi terwujudnya prinsip keadilan.

Contoh : Si A Nilai ulangan Pasnya 50, KKM 65 maka Si A mengikuti program remedial. Setelah di beri ulangan kesempatan ke 2 nilai Si A naik menjadi 100 dengan predikat tuntas. tetap saja untuk di ambil nilai raport Si A adalah 65 dengan predikat tuntas. Nilai 65 adalah nilai KKM.

PELAKSANAAN PROGRAM REMEDIAL ULANGAN PAS SEMESTER I
Sebelum admin melaksanakan remedial admin lakukan penelitian terlebih dahulu untuk menggali informasi mengapa nilai mereka tidak tuntas. Dengan menggunakan teknik wawancara admin menemukan aktor penyebab nilai mereka tidak melampaui KKM antara lain :
  • 2 Siswa terkendalah dengan membaca. artinya membacanya masi mengeja.
  • 2 Siswa terkendalah dengan waktu, ketika temannya mengumpul ia mengumpulkan lembar jawaban juga padahal pekerjaannya belum selesai
  • 1 Siswa terkendalah pada pola belajar di rumah dikarenakan ia belajar tidak berpatokan pada kisi-kisi soal yang di ujikan.
Setelah informasi tersebut didapat maka untuk tahap pelaksanaan remedial admin menggunakan teknik yang beragam. Untuk 2 Siswa terkendalah dengan membaca admin menggunakan teknik pendampingan oleh teman sebaya anak itu sendiri artinya ada 1 orang siswa yang lancar membaca untuk membantu 2 orang siswa tersebut mencermati maksud soalnya. Untuk 2 siswa yang terkendalah dengan waktu pengumpulan admin panjangkan waktu menjawab soalnya. sedangkan untuk 1 siswa yang pola belajar nya tidak tepat. admin beri tahu bahwa untuk belajar di rumah membahas kisi-kisi soal yang ada di kelas digital.

HASIL REMIDIAL TEMA 1
adapun hasil remedial tema I dapat dilihat pada gambar dibawah ini :
HASIL ULANGAN TEMA I SEBELUM REMEDIAL
HASIL ULANGAN TEMA I SEBELUM REMEDIAL KELAS 2 SDN 1 BABAT

     Keterangan : Nilai T adalah Nilai yang sudah Tuntas
   
Pada hasil ulangan PAS Tema 1 terdapat lima siswa yang belum memiliki nilai KD melampaui KKM. dari 8 KD yang di ujikan terdiri dari 1 KD mata pelajaran PKn, 1 KD bahas Indonesia, 3 KD matematika dan 3 KD Seni Budaya dan Prakarya. Dari 8 KD tersebut terdapat 2 KD yang di nilai sulit untuk siswa menjawabnya yaitu KD bahas Indonesia dan KD matematika. Siswa yang nilai KD tidak melampaui KKM hanya mengulang pada soal yang nilai KD nya yang tidak tuntas saja. KD yang tuntas tidak lagi di remedial.


HASIL ULANGAN SESUDAH  REMEDIAL



     Keterangan : Nilai T adalah Nilai yang sudah Tuntas

Berdasarkan hasil ulangan remedial tema 1 semua siswa yang mengikuti program tersebut mendapat nilai 100% melapaui KKM 65. KKM 65 merupakan KKM yang telah ditentukan oleh sekolah. dari 8 KD yang di ujikan terdapat beberapa siswa yang mendapat nilai sempurna 100 pada KD PKn, Bahasa Indonesia, Matematika dan Seni Budaya dan Prakarya. Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan siswa yang mengikuti remedial mengalami peningkatan hasil belajar yang produktif.

NILAI YANG DI AMBIL UNTUK RAPORT
Nilai Remedial Yang di ambil untuk Raport
     Keterangan : Nilai T adalah Nilai yang sudah Tuntas

Berdasarkan hasil remedial 100% tuntas melampaui KKM namun untuk diambil nilainya dan di kelola bersama nilai tugas, pr, ulangan harian dan nilai lainnya yang diambil tetap nilai KKM 65. jadi walaupun nila remedialnya 100 tetap saja nilainya 65. hal ini dilakukan untuk menciptakan keadilan dalam proses penilaian.

DEMIKIANLAH HASIL REMEDIAL PAS KELAS 2 TEMA I SEMESTER I SDN 1 BABAT
Admin ucapkan terima kasih sudah berkunjung ke blog wali kelas ini. semoga artikel tentang hasil remedial pas kelas 2 tema 1 semester 1 sdn 1 babat ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. terutama bagi para siswa dan orang tua dapat memberikan informasi mengenai perkembangan anaknya. bagi yang ingin memberikan masukan demi kemajuan blog ini dan demi kemajuan pembelajaran di kelas admin silakan bapak ibu tuliskan pada kolom komentar di bawah ini. lebih dan kurang admin minta maaf. akhir kata.

Salam honesty salam berprestasi

by Shien.


Thursday, December 6, 2018

7 Tips Mengatasi Anak Malas Belajar.

 7 Tips Mengatasi Anak Malas Belajar

walikelassd.com. Orang tua yang mana tidak merasa bangga jika memiliki anak yang berprestasi di sekolah. Orang tua yang mana juga yang tidak senang jika memiliki anak yang sopan, mandiri dan bertanggung jawab. memang memiliki anak yang seperti itu merupakan impian setiap orang. untuk mewujudkan impian itu tidak seperti membalikkan telapak tangan.  akan tetapi butu pembiasaan positif yang harus dimulai dari orang tuanya dulu, baru anak yang melakukannya. Berikut Admin Bagikan 7 Tips Mengatasi Anak Malas Belajar.

1. Orang Tua Jadi Panutan Bagi Anak.
Ada pepatah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. ini di ibaratkan jika orang tua cerdas maka anaknya cerdas juga. pendapat ini menurut para ahli tidak sepenuhnya berlaku. dikarenakan ada pepatah juga yang mematahkan pendapat tersebut yaitu orang bisa karena biasa. secerdas-cerdasnya anak jika tidak di biasakan maka kecerdasannya akan hilang. untuk membiaskan itu perlu dilakukan orang tua terlebih dahulu. jika dirumah tidak ada aktivitas belajar oleh orang tua, kakak atau ayuknya maka menyuruh anak untuk belajar sendiri itu akan sulit. tetapi bila orang tuanya yang memulai belajar maka anaknya akan mengikuti kebiasaan orang tuanya atau kakaknya. anak akan terbiasa belajar jika lingkungannya penuh aktivitas belajar.

Sebagai contoh Thomas Alfa Edison yang dikeluarkan dari sekolanya di kelas 3 SD karena dianggap tidak mampu mengikuti pelajaran. Akhirnya menjadi ilmuan yang paling berpengaruh di dunia berkat belajar dengan ibu kandungnya.

2. Menciptakan Ruang Khusus Belajar.
Bagi mereka yang mampu mungkin ini tidak masalah, tapi jika memang ini sudah menjadi target kita sebagai orang tua tentu segala upaya akan kita lakukan. Ruang khusus ini bisa di buat di kamar tidur anak atau ruang tamu. hanya perlu menambahkan meja belajar, buku-buku pelajaran dan warna warni yang menarik. ini semua bertujuan membangkitkan semangat belajar anak.

3. Kebutuhan Sarana Belajar Anak Terpenuhi
Banyak sekali orang tua mengeluh akan kebutuhan sarana belajar ini. buku misalnya, jika untuk memfotocopy buku saja anak di marah, jangan harap anak akan rajin belajar. Anak akan cendrung mencari kegiatan lain jika kegiatan yang ia sukai di marahi orang tuanya. Seorang petani yang sukses pasti memiliki cangkul seperti itupun anak, anak yang rajin belajar tentu sarana kebutuhan belajarnya harus terpenuhi.

4. Anak diberi pertanyaan setiap hari
Pertanyaan yang dimaksud disini pertanyaan tentang belajar. Sudah belajar belum hari ini? belajar di maksud belajar dirumah. bukan pertanyaan ada PR tidak hari ini? pertanyaan ini seolah-olah menjurus menyuruh belajar jika ada PR saja di tambah lagi Kurikulum 2013 tidak boleh lagi memberikan PR yang sifatnya memberatkan siswa. pertanyaan sudah belajar belum hari ini? menuntut anak untuk membiasakan belajar setiap hari minimal 1 jam di rumah ada PR atau tidak ada PR. Jika anak bisa melakukan 1 bulan full setiap hari meluangkan belajar 1 jam maka di bulan berikutnya anak akan merasa keberatan untuk meninggalkan belajar setiap hari. Orang yang ter biasa Sholat maka akan merasa keberatan jika meninggalkan sholat, dikarenakan merasa ada sesuatu yang kurang baginya. Seperti itupun belajar.

5. Memberikan Makna  Belajar Pada Anak
Untuk memberikan makna belajar ini bisa dilakukan dengan menceritakan kisah-kisah orang sukses melalui ketekunan, kegigihan dan semangat belajar. ceritakan juga kisah-kisah orang gagal dikarenakan malas belajar. dengan begitu anak akan berpikir pigur mana yang akan dia tiru. karena anak-anak SD adalah anak yang suka meniru seseorang yang di anggapnya baik.

6. Jangan Memarahi Anak Jika dapat Nilai Jelek.
Kebanyakan orang tua akan murka jika prestasi anaknya menurun. padahal kita tau bahwa yang namanya prestasi tersebut tidak selalu bersifat tetap bahkan naik turun. kita sebagai orang tua harus memberikan dukungan dan semangat di saat ini lah kita bisa menjanjikan sesuatu kepada anak. misal jika kamu bisa lebih baik dari ini maka ibu akan membelikan sepeda baru. dengan marah akan merusak psikologi anak saja. apa lagi sering dibilang bodoh maka psikologi anak akan merasa bahwa dirinya memang bodoh.

7. Membuat Kesepakatan Jadwal  Dengan Anak 
Untuk membiasakan anak rajin belajar tentu harus memiliki jadwal belajar harian dimanapun dan kapanpun. Orang tua harus membuat kesepakatan dengan anak untuk membuat jadwal belajar harian 1 jam sehari saja sudah cukup. bahkan bisa dimulai dari 30 menit sehari yang penting tergantung kesepakatan. Menyusun jadwal berguna untuk mengatur kegiatan anak setiap hari. Jika anak sudah terjadwal maka anak akan terbiasa untuk belajar, dan jika anak sudah terbiasa maka anak akan menjadi anak yang rajin.

DEMIKIANLAH 7 TIPS MENGATASI ANAK MALAS BELAJAR
Terima kasih sudah berkunjung di blog ini, semoga dengan adanya tulisan ini kita bisa memberikan arahan dan pigur yang tepat bagi anak -anak kita.

Salam honesty salam berprestasi

by shien


Hasil PAS Kelas 2 Mapel Pend Agama Islam (PAI)

Hasil PAS Kelas 2 Mapel Pend Agama Islam (PAI)

walikelassd.com Salam honesty salam berprestasi. artikel yang akan wali kelas bagikan ini masih tentang ulangan PAS. Bukan hasil tema yang akan di bahas tapi hasil PAS mata pelajaran PAI yang akan dibagikan ini. untuk itu artikel ini berjudul Hasil PAS Kelas 2 Mapel Pend Agama Islam (PAI).

STANDAR PENGAMALAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SD KELAS RENDAH
Pengamalan dalam hubungan dengan Allah SWT antara lain :
  • Membiasakan berdoa (ketika masuk dan keluar rumah, ketika naik dan turun kendaraan, ketika mengenakan pakaian)
  • Membiasakan beribadah (mengikuti shalat berjamaah, latihan berpuasa Ramadhan, mengikuti kegiatan shalat tarawih dan witir berjamaah)
  • Menghafal beberapa surat-surat pendek.
  • Membiasakan membaca Al-Qur’an (surat-surat pendek).
  • Berlatih menulis huruf Al-Qur’an.
  • Membiasakan mengucapkan salawat kepada rasul.
  • Gemar mendengarkan kisah-kisah rasul.
  • Meniru perilaku keteladanan rasul.
  • Membiasakan mengikuti peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.
  • Membiasakan mendengar nyanyian-nyanyian  islami.
  • Membiasakan mengucapkan kalimah-kalimah thoyyibah.

STANDAR PENGAMALAN DALAM HUBUNGAN DIRI SENDIRI
  • Membiasakan menjaga kesehatan, kebugaran, dan kebersihan (makan pada waktunya, tidak jajan sembarangan, mencuci tempat makan sendiri, berolahraga, membersihkan sepatu sendiri);
  • Membiasakan rapi (berpakaian rapi, merapikan tempat tidur sendiri, menyapu kamar sendiri, berpakaian sopan ketika masuk dan keluar kamar mandi, memakai pakaian menutup aurat);
  • Membiasakan kedisiplinan dan bertanggungjawab (menjaga ucapannya, membawa sendiri keperluannya, berangkat/pulang sekolah dan bermain pada waktunya, tidak boros);
  • Membiasakan diri berkemauan untuk maju/berprestasi, dan berpenampilan islami (membiasakan membaca, belajar setiap hari, berinisiatif mengerjakan PR sendiri dengan benar);dan
  • Membiasakan bersikap jujur (tidak berbohong, tidak menyontek, mengakui ketika melakukan kesalahan).

PENGAMALAN HUBUNGAN DENGAN SESAMA MANUSIA
  • Membiasakan bersikap santun kepada orangtua dan yang lebih tua (tidak berbicara kasar dan membantah, tidak merengek menuntut sesuatu di luar batas kemampuan orang tua, tidak berbohong, minta didoakan, mohon izin jika keluar rumah, meminta maaf jika bersalah).
  • Membiasakan bersikap santun kepada guru (bersilaturrahmi, membantu jika diperlukan, tidak berbohong, minta didoakan, meminta maaf jika bersalah).
  • Membiasakan bersikap santun kepada teman (minta izin jika meminjam sesuatu, tidak merusak milik orang lain, bersedia mengganti jika merusak/menghilangkan barang, saling membantu, tidak mudah berkelahi, tidak mengganggu ketenangan, bekerjasama untuk mengerjakan tugas kelompok, menepati janji, memaafkan dan meminta maaf).

PENGAMALAN HUBUNGAN DENGAN LINGKUNGAN
  • Membiasakan menjaga lingkungan sekitar (menghapus papan tulis, tidak mencoret-coret di sembarang tempat, menyiram toilet setelah buang air, buang air kecil/besar pada tempatnya, tidak meludah di sembarang tempat, membuang sampah pada tempatnya).
  • Membiasakan peduli terhadap lingkungan hewani  (tidak menyiksa hewan, menyayangi hewan).
  • Membiasakan memelihara tumbuhan (tidak merusak tanaman, memelihara tanaman).

HASIL PAS KELAS 2 MAPEL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
Hasil ulangan PAS mapel PAI ini admin dapat dari guru bidang study PAI kelas 2 SDN 1 Babat. Guru yang admin maksud yaitu Bapak Edi Kurniawan, S.Pd.I. beliau yang mengajarkan mapel PAI dikelas 2 yang admin pegang. sebenarnya untuk pelaksanaan ulangan PAS mapel PAI ini sudah dilaksanakan pada hari senin, 3 Desember 2018. dan data hasil jawaban siswa yang sudah di koreksi baru di dapat pada hari ini. oleh sebab itu hari ini admin bagikan hasil ulangan PAS mapel PAI Kelas 2 SDN 1 Babat.

REKOMENDASI BACAAN

Berikut hasil ulangan PAS Mapel PAI



Catatan : Proses (non muslim)
Berdasarkan hasil PAS mapel PAI tersebut dapat disimpulkan dari 30 Siswa yang mengikuti Ulangan PAI terdapat 2 siswa yang nilainya belum melampaui KKM 65. sedangkan siswa yang melampaui KKM sebanyak 28 siswa yang mendapat predikat tuntas.

DEMIKIANLAH HASIL PAS KELAS 2 MAPEL PAI 
Terima kasih sudah membaca dan mengikuti perkembangan siswa melalui blok wali kelas ini. admin mengharapkan agar memandang nilai-nilai ini dari sisi positifnya saja. karena inilah nilai yang sebenarnya, nilai kerja keras siswa-siswa kita. semoga dari nilai-nilai ini menjadi titik tolak arah kemajuan pendidikan di kelas kita.admin sebagai walikelas sangat mengharapkan dukungan bapak/ibu untuk memajukan pembelajaran di kelas anak bapak ibu, melalui soal-soal dari blog ini admin berterima kasih kepada seluruh orang tua yang sudah turut aktif membimbing dan mengajarkan anak-anak bapak ibu ketika di rumah. hasil positif ini merupakan bagian dari hasil pembelajaran yang bapak/ibu bimbing di rumah.

Salam honesty salam berprestasi.

Hasil PAS Kelas 2 Tema 4 Semester I SDN 1 Babat.

HASIL ULANGAN PAS TEMA 4

walikelassd.com. Salam honesty salam berprestasi. Pada kesempatan ini, wali kelas akan membagikan artikel tentang Hasil PAS Kelas 2 Tema 4 Semester I SDN 1 Babat. Hasil Tema 4 ini merupakan hasil ulangan PAS yang terakhir untuk pelajaran yang admin ajarkan di kelas. Artinya setelah ini admin tinggal menunggu nilai PAS dari guru bidang study.

REKOMENDASI BACAAN

PENILAIAN KINERJA 
Penilaian autentik merupakan penilaian yang melibatkan siswa secara keseluruhan. terutama pada aspek aspek proses dan aspek-aspek yang akan di nilai. Guru dapat melakukan dengan meminta siswa untuk menyebutkan tugas-tugas apa yang akan mereka gunakan dan menentukan kriteria apa yang akan ada penyelesaiannya. Melalui inormasi ini guru dapat memberikan umpan balik terhadap kinerja siswa dalam bentuk laporan. ada beberpa cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkan dokumen-dokumen ffisik tentang hasil penilaian kinerja antara lain:
  1. Daftar Ceklist. digunakan guru untuk mengetahui mucul atu tidaknya unsur-unsur tertentu dari indikator yang harus muncul pada suatu peristiwa atau kejadian
  2. Catatan narasi. catatan narasi digunakan guru untuk menulis catatan tentang apa yang dilakukan oleh masing-masing siswa selama melakukan tindakan. berdasarkan laporan tersebut, guru dapa menentukan seberapa baik siswa dapat memenuhi standar yang di harapkan.
  3. Skala Penilaian. Skala penilaian yang digunakan adalah skala numerik dengan predikat 1=sangat buruk, 2=buruk, 3 = cukup, 4=baik, dan  5=baik sekali.
  4. Memori atau ingatan. Memori sering digunakan oleh guru pada saat pengambilan keputusan  siswa ketika ia melakukan sesuatu. proses pengingatan tanpa melihat catatan.  Guru menggunakan ingatan dari memorinya untuk menentukan apakah peserta didik sudah berhasil atau belum.  cara ini tidak di anjurkan karena memiliki banyak kekurangan namun tetap saja ada manaatnya.

HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MELAKUKAN PENILAIAN KINERJA.
Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam melakukan penilaian kinerja anatara lain sebagai berikut:
  1. Langkah-langkah yang dilakukan siswa harus menunjukkan kinerja nyata dalam mencapai beberapa kompetensi tertentu.
  2. Kelengkapan aspek kinerja di lakukan penilaian.
  3. Kemampuan khusus yang harus dimiliki siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas kinerja yang di nilai.
  4. Fokus pada kompetensi yang akan dinilai
  5. Urutan kemampuan siswa yang akan diamati ketika menyelesaikan tugas penilaian kinerja

Pengamatan atas kinerja siswa perlu dilakukan dalam berbagai aspek untuk mencapai kemampuan tertentu. Dalam menilai keterampilan berbahasa siswa, guru dapat menggunakan aspek berbicara dengan menggunakan teknik wawancara, berpidato dan berdiskusi. Melalui cara ini guru dapat mengetahui keterampilan berbicara siswa. Untuk mengamati kinerja siswa dapat menggunakan instrumen penilaian sikap, observasi perilaku, dan pertanyaan langsung.

PENILAIAN DIRI
Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian dimana siswa diminta  untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang di pelajari dalam KD pelajaran tertentu. Penilaian diri ini termasuk juga kedalam penilaian kinerja. Teknik penilaian diri dapat digunakan duntuk mengukur kompetensi siswa aspek kognitif, aekti dan psikomotor.

PENILAIAN RANAH PSIKOMOTOR
Penilaian ranah psikomotor dapat dilakukan dengan menilai kecakapan atau keterampilan  yang telah dikuasai oleh dirinya berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan.

PENILAIAN RANAH AFEKTIF
Dapat dilakukan dengan meminta siswa mengungkapkan curahan perasaannya terhadap suatu objek tertentu berdasarkan kriteria yang telah di tetapkan.

PENILAIAN RANAH KOGNITIF
Penilaian ranah kognitif dapat  dilakukan dengan menilai penguasaan pengetahuan misalkan Penilaian Akhir Semeter (PAS)

PROSES PELAKSANAAN ULANGAN PAS
Ulangan PAS Tema 4 Kelas 2 Semester I tadi di mulai pukul 07.30.-08.45.00 WIB. dari keseluruhan pelaksanaan syukur alhamdulillah berjalan dengan lancar dan tidak kurang satu apapun. Siswa sangat antusias dan semangat mengerjakan soa-soalnya. hal ini tercermin dari hasil Ulangan PAS Tema 4 yang akan wali kelas bagikan.

PERBANDINGAN HASIL DARI TIAP TEMA
Seperti yang admin katakan dari awal bahwa kalu kita melihat hasil Tema 1 sampai Tema 3 maka dapat dikatakan ketuntasan siswa dalam belajar mengalami peningkatan dari setiap temanya. dimana :

HASIL TEMA I
Terdapat 26 siswa yang nilainya melampaui KKM 65 dari 31 peserta, dan 5 siswa yang nilainya tidak melampaui KKM 65 dan terkena Remidial. sehingga dapat di hitung persentase  ketuntasan siswa mencapai 83,87%.

HASIL TEMA 2
Pada hasil tema 2 persentase ketuntasan siswa mengalami peningkatan. dari persentase ketuntasan tema 1 sebesar 83,87% menjadi 90,32% di tema 2. ini dapat di buktikan dengan jumlah siswa yang nilainya melampaui KKM dari 26 siswa di tema 1 menjadi 28 siswa di tema 2. atau hanya 3 siswa yang predikat nilainya tidak tuntas. sehingga jika kita hitung peningkatan persentase ketuntasan dari tema 1 ke tema 2 sebesar 7,55%.

HASIL TEMA 3
Peningkatan persentase ketuntasan siswa di kelas walikelas.com ternyata berlanjut di tema 3. pada tema 3 mengalami peningkatan sebesar 3,22%. dari hasil awal tema 1 83,87% meningkat menjadi 90,32% di tema 2, berlanjut di tema 3 menjadi 93,54%. hanya terdapat 2 orang siswa yang nilainya tidak melampaui KKM 65.

HASIL TEMA 4
walikelassd.com sempat berpikir jika angka persentase ketuntasan siswa di tema 3 menyentuh 93,54% merupakan angka persentase ketuntasan siswa yang tertinggi selama pelaksanaan PAS Semester I. akan tetapi fakta bicara lain dimana persentase ketuntasan siswa di tema 4 mengalami peningkatan yang siknifikan sampai menyentuh angka tertinggi 100% siswa yang melampaui KKM 65. wow.......... 100%  100% siswa tuntas. Apa faktornya itu yang harus dipertahankan oleh para orang tua siswa di rumah. karena hasil ini tak terlepas dari usaha orang tua mengajarkan anaknya siang dan malam sebelum ulangan PAS. bayangkan apa yang kita dapat jika pola belajar di rumah seperti ini kita pertahankan setiap hari. pasti hasilnya juga  akan lebih dari ini dan tidak menutup kemungkinan akan muncul BJ HAbibie - BJ HAbibie yang lain.

Hasil PAS Kelas 2 Tema 4 Semester I SDN 1 Babat.

Keterangan : 100% Siswa Melampaui KKM 65

DEMIKIANLAH HASIL PAS KELAS 2 TEMA 4 SDN 1 BABAT
Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini, semoga informasi hasil ulangan PAS ini bermanfaat bagi kita semua. dan menambah semangat kita dalam mendidik dan mengajarkan anak-anak kita ketika dirumah. admin sebagai wali kelas juga sangat berusaha memikirkan pembelajaran yang terbaik dan berkualitas bagi anak bapak ibu semua. blog ini merupakan wujud nyata dari pelayanan pendidikan bagi anak bapak ibu untuk arah yang lebih maju lagi. semga bermafaat...

Salam honesty salam berprestasi

by Shien

Wednesday, December 5, 2018

Hasil PAS Kelas 2 Tema 3 Semester I SDN 1 Babat

Hasil PAS Kelas 2 Tema 3 Semester I SDN 1 Babat

walikelassd.com Selamat sore... gimana kabarnya?  hemm... hari ini pengumuman Hasil PAS Kelas 2 Tema 3 Semester I SDN 1 Babat muncul lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan. Kalau kemarin munculnya terlambat karena gangguan teknis. sekarang untuk  Hasil PAS Kelas 2 Tema 3 Semester I SDN 1 Babat hadir lebih awal.

Judul : Hasil PAS Kelas 2 Tema 3 Semester I SDN 1 Babat
Link.  Hasil PAS Kelas 2 Tema 3 Semester I


REKOMENDASI BACAAN

PENILAIAN AUTENTIK PADA KURIKULUM 2013
Penilaian autentik memiliki relevansi hubungan yang erat dengan kurikulum 2013. karena, penilaian autentik mampu menggambarkan peningkatan hasil belajar siswa. baik dalam mengobservasi , menalar mencoba, membangun jaring- jaring. Penilaian autentik cendrung pada penilaian tugas-tugas konsep yang kontekstual. memungkinkan siswa untuk menunjukkan kompetensi dalam pengaturan yang lebih autentik. penilaian autentik sangat cocok dengan penilaian tematik terpadu dalam pembelajaran. tentunya pada tingkat satuan pendidikan sekolah dasar atau untuk mata pelajaran tertentu.

Nama lain dari penilaian autentik adalah penilaian kinerja, portofolio atau disebut penilaian proyek. penilaian autentik sering juga di sebut penilaian responsif. penilaian responsif merupakan penilaian yang populer untuk menilai proses dan hasil belajar peserta didik yang memiliki ciri-ciri tertentu, memiliki bakat dan minat tertentu hingga yang jenius. Penilaian autentik dapat juga di terapkan dalam bidang ilmu tertentu seperti seni atau ilmu pengetahuan pada umumnya. dengan orientasi utamanya pada proses pembelajaran.

Penilaian autentik sering dikontrakdiksikan dengan penilaian yang menggunakan standar tes berbasis norma, pilihan ganda, benar-salah, menjodohkan, atau membuat jawaban singkat.tentu saja penilaian seperti ini tidak diartikan dalam proses pembelajaran. karena memang lazim digunakan dan memperoleh izin secara akademis. penilaian autentik dapat dibuat oleh guru sendiri, tim, dan kerjasama sesama guru lain. dalam penilaian autentik pelibatan siswa sangat penting dikarenakan siswa akan lebih baik mempersiapkan pembelajaran jika akan di adakan penilaian.

EVALUASI DIRI DALAM MENINGKATKAN TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik sering di minta untuk mengevaluasi diri mereka sendiri dalam rangka meningkatkan pemahaman yang lebih dalam mencapai tujuan pembelajaran serta mendorong kemampuan belajar siswa yang lebih tinggi. Pada penilaian autentik guru menerapkan beberapa kriteria yang berkaitan dengan pengetahuan, kajian keilmuan, dan pengelaman yang di peroleh siswa dari luar sekolah.

Penilaian autentik juga mendorong guru untuk mengembangkan gaya mengajar dan mendorong siswa untuk lebih terlibat dalam pembelajaran sehingga siswa merasa termotivasi untuk belajar. karena penilaian adalah bagian dari proses pembelajaran, guru dan siswa berbagi pengalaman tentang pemahaman kinerja masing-masing.

Penilaian autentik sering digambarkan sebagai penilaian atas perkembangan siswa, karena menitik beratkan pada fokus mereka berkembang untuk belajar. Penilaian autentik harus bisa menggambarkan sikap keterampilan dan pengetahuan apa yang sudah ada atau belum dimiliki oleh siswa.  bagaimana mereka menerapkannya dalam hal apa mereka sudah mampu menerapkan pengetahuan tersebut.

TUJUAN PENILAIAN AUTENTIK
Dalam rangka melaksanakan penilaian autentik yang benar, guru harus memahami secara jelas tujuan yang ngin di capai di dalam penilaian itu sendiri. untuk itu guru harus mengevaluasi diri sendiri, menanyakan pada diri sendiri atau mengevaluasi diri mengenai :
  1. Sikap, keterampilan dan pengetahuan apa yang akan di nilai
  2. okus penilaian apa yang akan dilakukan oleh guru misalkan berkaitan dengan sikap, keterampilan atau pengetahuan
  3. Tingkatan pengetahuan apa yang akan di nilai oleh guru misalkan pertanyaan c1, c2, c3, c4, c5 atu c6

PROSES PELAKSANAAN ULANGAN PAS KELAS 2 TEMA 3 SDN 1 BABAT BAGIAN DARI PELAKSANAAN PENILAIAN AUTENTIK
Ulangan PAS Tema 3 merupakan Ulangan PAS yang ke 3 kalinya. Untuk ulangan PAS Tema 1 dan 2 sudah dilaksanakan dua hari yang lalu. berdasarkan proses pelaksanaan ulangan PAS tema 3 dilaksanakan dengan baik, lancar dan berjalan sesuai harapan hasilnya juga mengalami kenaikan dari setiap Ulangan PAS yang sudah di laksanakan.

PERBANDINGAN HASIL ULANGAN PAS DARI TIAP TEMA
Jika kita bandingkan dan melihat kembali dari hasil tema 1 sampai tema 3 maka kita akan menjumpai perbedaan. Perbedaan itu bisa kita lihat dari tingkat keberhasilan siswa yang melampaui KKM dan mendapat predikat TUNTAS.

HASIL TEMA I KELAS 2 SEMESTER I
Dari hasil tema 1 bisa kita lihat dari 31 siswa yang mengikuti ulangan PAS terdapat 5 (lima) siswa yang Tidak Tuntas dan terkena Remidial.artinya ada 26 siswa yang melampaui KKM 65 dan mendapat predikat tuntas.  jika kita hitung persentase keberhasilan siswa pada ulangan PAS tema 1 sebesar 83,87%.

HASIL TEMA 2 KELAS 2 SEMESTER I
Berbeda dengan hasil ulangan PAS Tema 2 ini. Hasil ulangan PAS tema 2 secara keseluruhan tingkat keberhasilan siswa jika dilihat dari KKM mengalami peningkatan. ini dapat kita lihat dari 31 siswa yang mengikuti ulangan PAS tema 2 terdapat 3 orang siswa yang tidak tuntas. artinya ada 28 siswa yang nilainya melampaui KKM 65 dan mendapat predikat tuntas. jika kita hitung persentase keberhasilan siswanya menjadi 90,32% mengalami kenaikan sebanyak 7,55% dari hasil sebelumnya.

HASIL TEMA 3 KELAS 2 SEMESTER I
Untuk hasil ulangan PAS tema 3 ini terbilang sangat menyenangkan di karenakan persentase keberhasilan siswa mengalami kenaikan kembali. dari 31 siswa yang ikut serta terdapat 2 siswa yang tidak tuntas dan harus mengikuti kegiatan remidial. hal ini berarti persentase ketuntasan belajar siswa untuk tema 3 juga mengalami kenaikan yang sebelumnya jumlah siswa yang tuntas 26 di tema 1, di tema 2 menjadi 28 dan di tema 3 menjadi 29 siswa yang mendapat predikat tuntas. jika di hitung persentas ketuntasan di tema 3 menjadi 93,54%.

Untuk lebih jelasnya mari kita lihat Nilai PAS Kelas 2 Tema 3 Semester 1 berikut :


NILAI PAS KELAS 2 TEMA 3 SDN 1 BABAT

Catatan
  1. Nilai berdasarkan hasil jawaban siswa
  2. Bagi siswa yang tidak tuntas harus mengikuti remidial
  3. Jadwal remidial bisa klik disini

DEMIKIANLAH HASIL TEMA 3 KELAS 2 SEMESTER I SDN 1 BABAT
Terima kasih sudah membaca artikel ini.semoga artikel ini dapat memberikan bayangan perkembangan siswa terhadap orang tuanya. serta admin mengharapkan agar memandang artikel ini dari sisi positif saja. dikarenakan ini bagian komunikasi dengan orang tua siswa demi mewujudkan pembelajaran dan penilaian yang transparan. tidak ada guru yang ingin menghendaki siswanya tidak berhasil. tidak juga harus ditutup tutupi. melainkan dengan adanya blog ini kita jalin kerja sama dengan komunikasi positif. admin sebagai guru mengupayakan pembelajaran dan pelayanan yang terbaik sedangkan bapak/ibu selaku orang tua memberikan pembelajaran dan pelayanan terbaik juga ketika siswa dirumah.

Salam honesty salam berprestasi.

Tuesday, December 4, 2018

Soal PAS Kelas 2 Tema 4 Semeter 1

Soal PAS Kelas 2 Tema 4 Semeter 1

walikelassd.com  pada kesempatan malam ini admin akan membagikan artikel tentang Soal PAS Kelas 2 Tema 4 Semeter 1. Soal ini admin buat berdasarkan kompetensi dasar (KD) yang ada di buku siswa dan buku guru Tema 4 Kurikulum 2013. pada pembelajaran tema 4 terdapat bnyak pembelajaran muatan pelajaran matematika. untuk bisa menjawab soal PAS mata pelajaran matematika silakan pelajari materi bangun datar dan bangun ruang tentang titik sudut, sisi, sudut, ruas garis atau rusuk.
untuk materinya sudah saya publis 2 minggu yang lalu.


Judul : Soal PAS Kelas 2 Tema 4 Semeter 1.
Link :Soal PAS Kelas 2 Tema 4 Semeter 1.

REKOMENDASI  BACAAN

PENYUSUNAN ALAT EVALUASI
Sebelum kita membahas tentang penyusunan alat evaluasi, mari kita ingat kembali tujuan pelaksanaan evaluasi. Jika di lihat dari tujuannya evaluasi menurut Glover & Bruning (1987:488) membedakan evaluasi menjadi empat jenis, yaitu evaluasi formatif, sumatif, penempatan, dan diagnostik.
  1. Evaluasi formatif. Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilaksanakan untuk mengetahui  keberhasilan proses pembelajaran yang dilaksanakan.
  2. Evaluasi sumatif. Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilaksanakan untuk pengambilan keputusan tentang kelayakan seseorang.
  3. Evaluasi penempatan. Evaluasi penempatan adalah evaluasi yang di laksanakan untuk mengetahui penguasaan kemampuan prasyarat yang diperlukan bagi suatu program. Evaluasi penempatan dilaksanakan sebelum proses pembelajaran berlangsung untuk menyesuaikan karakteristik siswa dan kemampuan awal siswa dengan apa yang akan di ajarkan kepada siswa.
  4. Evaluasi diagnostik. Evaluasi diagnostik adalah evaluasi yang di laksanakan untuk mengetahui  kelemahan yang dimiliki siswa serta faktor penyebabnya. evaluasi diagnostik biasanya bersamaan dengan evaluasi formatif.

Dalam kaitannya dengan hasil ulangan PAS kita akan membahas lebih lanjut tentang evaluasi formatif dan evaluasi sumatif saja.


PERBEDAAN EVALUASI FORMATIF DENGAN EVALUASI SUMATIF MENURUT PARA AHLI
Menurut Sukardi (2009) mengemukakan bahwa evaluasi sumatif dilaksanakan untuk memperoleh informasi yang diperlukan guru dalam menentukan keputusan pada siswa selama pembelajaran. Dari hasil evaluasi sumatif guru dapat mengetahui posisi siswa dalam mencapai penguasaan materi yang di harapkan. Sedangkan evaluasi formatif merupakan evaluasi yang dilaksanakan untuk mengetahui informasi guna menentukan tingkat perkembangan siswa dalam suatu unit proses pembelajaran. Dari evaluasi formatif guru dapat memperbaiki proses pembelajaran dan strategi pembelajaran agar lebih efektif.

Menurut Reece & Walker (1997) evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilaksanakan pada akhir periode pembelajaran dan digunakan untuk tujuan sertifikasi. Sedangkan Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilaksanakan selama proses pembelajaran berlangsung untuk memperbaiki proses guru mengajar siswa. hasil informasi formatif memberikan informasi bagi guru untuk meyakinkan proses belajar siswa yang sudah terjadi dan untuk perbaikan metode mengajar. Bagi siswa evaluasi formatif dapat memberikan informasi tentang keberhasilannya dalam mencapai tujuan pembelajaran. Sementara itu hasil evaluasi sumatif dapat digunakan untuk menentukan nilai dan diberikan piagam, sertifikat bahkan ijazah jika sudah lulus melaksanakan evaluasi sumatif.

Menurut Winzer  (1995) menyatakan evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilaksanakan dan di rancang untuk meberikan balikan selama proses belajar. Sementara evaluasi sumatif digunakan untuk mengetahui produk akhir dari suatu program. sedangkan evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilaksanakan pada akhir unit program untuk melihat hasil yang ingin dicapai oleh siswa dan berorientasi pada produk.

Dari uarai di atas dapat disimpulkan bahwa dilihat dari tujuan pelaksanaan evaluasi formatif adalah untuk mengetahui tingkat perkembangan siswa dan keberhasilan proses pembelajar. Evaluasi formatif menekankan pada proses pembelajaran. Evaluasi formatif guru dapat mengidentifikasi kegagalan pembelajaran dan merancang pembelajaran alternatif. semetara itu evaluasi sumatif dilaksanakan untuk mengetahui tingkat penguasaan dan kelayakan siswa.

Dilihat dari waktu pelaksanaan, evaluasi formatif dilaksanakan selama proses pembelajaran berlangsung. Guru melakuakan evaluasi formati disetiap akhir pertemuan pembelajaran. Sedangkan evaluasi sumatif dilaksanakan oleh guru disetiap akhir periode pembelajaran. Guru melaksanakan evaluasi sumatif ketika sudah mempelajari materi 1 tema pembelajaran. Evaluasi sumatif dapat berbentuk Ujian Tenga Semester (UTS) dan Penilaian Akhir Semester (PAS).

Untuk melaksanakan evaluasi baik ormatif maupun sumatif, guru mengembangkan alat evaluasi. Seperti sudah di kemukakan sebelumnya bahwa evaluasi dilaksanakan untuk mengetahui penyampaian kemampuan yang seuai harapan siswwa. Apabila guru menggunakan alat evaluasi dengan tidak sebagai mana mestinya maka informasi dari para wali siswa hasil ulangan PAS tidak harus akurat. Oleh karena itu untuk memperoleh alat evaluasi yang tepat,  guru harus mengawasi kinerja penyususnan alat evaluasi.

SOAL PAS KELAS 2 TEMA 4 SEMESTER I 
Adapun banyangan soal-soal yang akan dikerjakan siswa pada saat ulangan PAS tema 4 kelas 2 semester 1 antara lain sebagai berikut :

A. PILIHAN GANDA
BERILAH TANDA SILANG (X) PADA HURUF A, B ATAU C PADA JAWABAN YANG BENAR!

BAHASA INDONESIA 3.4
Untuk soal No 1-3 Bacalah teks dibawwah ini dengan cermat !

Kelestarian hutan wajib dijaga. Hutan tidak boleh dibakar, ditebang, ataupun dirusak. Jika hutan rusak, berbahaya bagi kehidupan manusia. Lingkungan bisa banjir. Banjir akan membuat lingkungan menjadi kotor. lingkungan yang kotor akan membawa penyakit. 

Hutan banyak manfaatnya bagi kehidupan. Dengan hutan  yang asri kita dapat menghirup udara segar. lingkungan juga akan menjadi indah. Di hutan juga banyak terdapat pohon. pohon yang banyak membuat lingkungan sejuk. Lingkungan menjadi nyaman dan sehat. Dengan demikian hutan merupakan paru-paru dunia.

1. Informasi apa yang kamu peroleh dari isi teks diatas ....
a. Menjaga kelestarian hutan
b. Penyebab terjadinya banjir
c. Lingkungan menjadi kotor
d. Lingkungan membawa penyakit

2. Mengapa kita tidak boleh membakar hutan ....
a. Lingkungan menjadi asri
b. Lingkungan menjadi banjir
c. Banyak hewan kehilangan tempat tinggalnya
d. Lingkungan tidak terjaga

3. Apa saja manfaat hutan bagi kehidupan kita ....
a. Lingkungan menjadi sejuk
b. Lingkungan menjadi rimba
c. Terdapat banyak kayu yang bisa di tebang
d. Terdapat banyak hewan yang bisa di buru

PKN KD 3.4
4. Dengan menjaga kebersihan bersama di sekolah, para siswa telah menunjukkan sikap .…
a. kebangsaan di sekolah
b. perdamaian di sekolah
c.  persatuan di sekolah.
d.  keragaman di sekolah

5. Kegiatan yang mencerminkan sikap hidup bersama di lingkungan, kecuali  ....
a. bermusyawarah.
b. membuang sampah sembarangan
c. kerja bakti
d. melakukan ibadah Bersama

6. Sikap persatuan dapat kita wujudkan dengan cara ....
a.  mandiri
b.  kebersamaan
c.  egois
d.  permusuhan

MTK 3.9                
Untuk soal no 7 sampai dengan 10 Tentang bangun datar lihat materi bangun datar (titik sudut, sisi, sudut ) silakan klik

MTK 3.10
Untuk menjawab no 11-13 perhatikan gambar berikut !

Kubus Bangun ruang

11. Manakah ruas garis tegak pada gambar Cube di atas di tunjukan huruf ...
a.  E H
b. D H
c.  B C
d. C D

12. Sisi bagian alas pada gambar Cube di atas di tunjukan huruf ....
a.  A B C D
b. E F G H
c.  B C F G
d. A B E F

13. Jumlah titik sudut, sisi, dan rusuk/ruas garis pada gambar cube diatas adalah ....
a.  8, 6, 12
b. 12, 6, 8
c.  8, 8, 8
d. 12, 8, 6

14. Pertemuan 2 sisi atau lebih pada suatu titik disebut ....
a.  rusuk
b. sudut
c.  sisi
d. Titik sudut

MTK 3.10

15. Tentang bangun datar lihat materi bangun datar (titik sudut, sisi, sudut )

16 Tentang bangun datar lihat materi bangun datar (titik sudut, sisi, sudut )

Untuk menjawab soal no 15-16 silakan pelajari materi ini. silakan klik

17. Bagun yang permukaannya datar saja di sebut bangun ....
a.  Datar
b. Kubus
c.  Ruang
d. Balok

18. dibawah ini contoh dari bangun datar kecuali ....
a.  persegi
b. segi tiga
c.  lingkaran
d. Balok

SBDB 3.4
19. Di bawah ini yang merupakan lagu anak adalah ....
a.  lihat kebunku
b. indonesia raya
c.  garuda pancasila
d. Bagimu negri

20. Kunyit dapat menghasilkan warna ....
a.  hitam
b. kuning
c.  merah
d. Biru

B. ISIAN SINGKAT
BAHASA INDONESIA 3.4

1. Apa yang kamu lakukan jika melihat
gambar disamping ....

PKN KD 3.4
2. Tuliskan kegiatan di sekolah yang bisa dilakukan bersama-sama ....

MTK 3.9
3. Tuliskan 2 contoh bangun datar ....

4. Tentang bangun datar lihat materi bangun datar (titik sudut, sisi, sudut ) silakan klik


MTK 3.10
Untuk menjawab No 5 dan 6 perhatikan gambar berikut gambar bangun ruang berikut!

5. Tentang bangun ruang lihat materi bangun ruang (titik sudut, sisi, rusuk/ruas garis) 

6. Tentang bangun ruang lihat materi bangun ruang (titik sudut, sisi, rusuk/ruas garis)

Untuk menjawab soal no 5 dan 6 silakan pelajari materi  ini. silakan klik

MTK 3.11
7. Apa perbedaan bagun datar dengan bagun ruang ....

8. Cangkir merupakan contoh benda yang termasuk bangun ....


SBDB 3.4
9. Kaleng bekas yang dipukul akan mengeluarkan ....

10. Contoh alat musik yang diamiankan dengan cara di tiup adalah ....


DEMIKIANLAH SOAL PAS KELAS 2 TEMA 4 SEMESTER I 
Terima kasih sudah membaca dan berkunjung ke blog ini, semoga soal-soal yang admin tulis dan bagikan ini bermanfaat bagi kita semua. terutama untuk siswa yang sedang menempuh ulangan PAS ganjil. Semoga dengan adanya soal ini sedikit banyak mendapat bayangan kompetensi apa yang akan di ujikan nanti. terkhusus pembelajaran tema 4 semeter 1.

Salam honesty salam berprestasi.